JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Albert Rodja Sengaja Melaksanakan Coffe Morning bersama Pemprov Papua, DPR Papua, MRP dan Stakeholder Untuk Menjelaskan Mekanisme Sesungguhnya terkait Rekrutmen anggota Polri khusus Putra/Putri Orang Asli Papua (OAP).

Hadir dalam kegiatan tersebut yakni, Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Albert Rodja, PJU Polda Papua, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, Ketua Ombudsman Iwanggin Sabar Olif SH., Komisi DPR, Ketua Perwakilan Komnas HAM RI Provinsi Papua Frits Ramendey, Ketua MRP Timotius Murib, Perwakilan DPR Papua.

Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Albert Rodja mengatakan, maksud dan tujuan kami melaksanakan Coffe Morning ini ialah menyamakan persepsi antara Polda Papua dengan Stakeholder lainnya terkait perlindungan hak-hak orang asli Papua khususnya dalam rangka penerimaan anggota Polri di Polda Papua.

“Kami ingin menyampaikan data rekrutmen sejak 2015 hingga 2019, terhitung bahwa animo orang asli Papua lebih sedikit dibandingkan animo non OAP, terkecuali pada tahun 2017 animo orang asli Papua lebih besar dibandingkan non OAP,” Ungkapnya.

Rodja Mengaku bahwa Mou Polda Papua telah dilakukan tanggal 4 mei 2015 tentang Pengawas Eksternal Terkait tahapan seleksi calon anggota Polri. Terdapat 9 unsur pengawas eksternal diantaranya terdapat DPRP Papua, MRP, Komnas HAM, Diknas, dan Disnaker.

“Mou Polda Papua bersama Pemprov Papua yang selanjutnya ialah tentang pelaksanaan pembinaan dan pelatihan serta anggaran untuk Orang Asli Papua dalam mengikuti penerimaan anggota Polri. Namun saat ini dana hibah tersebut yang digunakan untuk pembinaan dan pelatihan belum pernah terealisasikan,” Tutur Kapolda.

Mantan Kapolda Papua Barat ini Menambahkan Pengajuan Rekomendasi Putra-putri OAP dari MRP untuk dilatihkan menjadi anggota Polri tidak dilaksanakan oleh Pihak MRP, Polri khususnya Polda Papua tidak mempunyai tanggung jawab untuk melatih Putra/putri menjadi seorang anggota Polri. Namun karena kepedulian Polda Papua terhadap Putra/putri khususnya OAP, tetap dilaksanakan pembinaan dan pelatihan kepada OAP oleh polres jajaran, selain dilatihkan tes fisik, merekapun dilatihkan tes psikologi dan akademik.

” Ini yang harus diketahui bahwa Polda Papua melaksanakan proses rekrutmen mengacu pada aturan yang telah ditetapkan oleh Mabes Polri, seluruh persyaratan, standarisasi dan penentuan kebijakan menggunakan prinsip bersih, transparan dan akuntabel,” Tegasnya.

“Dimana Tahapan rekrutmen anggota Polri meliputi, pemeriksaan administrasi, pemeriksaan psikologi, pemeriksaan kesehatan luar, uji kesemaptaan jasmani dan antropometri, uji akademik, pemeriksaan kesehatan tahap II, uji PMK, pemeriksaan psikologi tahap II, sidang kelulusan Serta Rekomendasi yang diajukan Polda Papua ke mabes Polri:
Bagi OAP khusus pegunungan untuk calon Bintara dan tamtama diberi batas usia maksimal 23 tahun dalam hal administrasi. Penambahan kuota didik di SPN Polda Papua untuk putra daerah pegunungan tidak harus bisa berenang 25 meter, cukup bisa mengapung,” Tutup Kapolda. (redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here