NABIRE, Reportasepapua.com – Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw yang di dampingi Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab melakukan pengecekan kondisi dari Korban penyerangan dan perampasan senjata api yang terjadi di pospol pendulangan Ndeotadi Distrik Bogobaida lokasi 99 pada tanggal 15 Mei 2020 An. Briptu Kristian Paliling.

Dalam kunjungannya di RSUD Nabire kapolda Papua menyampaikan, hari ini saya bersama bapak Pangdam, bupati Paniai serta beberapa perwira Polda dan Kodam XVII/Cenderawasih, baik kapolres Paniai dan kapolres Nabire datang untuk sekaligus menjenguk anggota kita saudara Cristian paliling yang kemarin mengalami kekerasan dari sekelompok masyarakat di Ndeotadi 99 dan kami baru dari TKP.

“kami datang ke RSUD nabire hanya mau melihat keadaan sudara Kristian paliling dan syukur dari keterangan dokter yang menanganinya mewakili direktur rumah sakit bahwa keadaanya cukup normal, kami lihat tadi masih ada pendarahan-pendarahan tapi keterangan para dokter sudah bisa ditangani. Mudah mudahan kita berharap segera bisa sembuh dan boleh pulih seperti sedia kala,” Kata Kapolda.

Dirinya Perihatin dengan luka yang dialami, karena ada 4-5 titik tadi yang cukup parah seperti leher, punggung, belakang kepala. Nampaknya penganiayaannya serius sekali, itulah yang menjadi opertanyaan kami padahalkan hubungan mereka ini antara pelaku dengan anggota-anggota dipos ini yang pertamakan jaraknya hanya sebelah rumah, kenapa bisa jadi tindak penganiayaan seperti itu, apakah ada persoalan personal atau persoalan perseorangan antara pribadi mereka.

“Dari keterangan warga masyarakat di TKP rupanya tidak seperti itu, selama ini hubungannya baik-baik saja, tapi kami akan terus melakukan penyelidikan atau penyidikan untuk membuktikan akar penyebab atau latar belakang terjadinya kekerasan ini, sehingga hingga hilangnya atau dirampasnya 3 pucuk senjata itu. kami dengan bupati nabire, paniai, deiyai kita kan bicara bagaimana persoalan ini bisa segera diselesaikan dengan baik dalam arti kami memerlukan agar senjata yang dirampas itu bisa dikembalikan atau pelaku bisa menyerahkan diri,” Harapnya.

Paulus juga telah meminta lewat para tokoh-tokoh saudara-saudara keluarga besar di kabupaten Paniai tolong bantu kembalikan senjata itu, kami juga akan mengevaluasi posisi keadaan anggota di pos itu, mungki jumlahnya kita perbanyak dan kita perlengkapi atau tidak, tadi dari warga masyarakat sudah menyampaikan keinginan dan harapan mereka dan sudah kami tangpung, malim ini kami akan membahas bersama para bupati untuk menjawab itu semua. (Rdk.adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here