JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Setelah melewati proses yang begitu panjang dan berbagai tantangan, akhirnya Jhony Banua Rouw, SE resmi dilantik menjadi Ketua DPR Papua dalam Rapat Paripurna dalam rangka pengucapan sumpah/janji jabatan 2019 – 2024.

Ketua DPR Papua bersama tiga wakil ketua DPR Papua dilantik pada Selasa (17/12) malam di Ruang Sidang DPR Papua. Sementara sumpah janji pelantikan diambil oleh ketua Pengadilan Tinggi Papua, Heru Pramoni didampingi rohaniawan.

Tiga wakil ketua DPR Papua yang dilantik diantaranya, Wakil Ketua I DPR Papua, DR. Yunus Wonda, SH MH, Wakil Ketua II DPR Papua, Edoardus Kaize, SS dan Wakil Ketua III DPR Papua, Yulianus Rumbairussy, SSos, MM.

Sebelumnya Rapat Paripurna DPR Papua Pengambilan Sumpah/jnanji pimpinan DPR Papua masa bhakti 2019 – 2024, dipimpin dan dibuka oleh Wakil Ketua sementara DPR Papua, Thomas Sondegau. Pada kesempatan itu, Sekretaris DPR Papua, DR Juliana J Waromi, SE, MSi membacakan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait peresmian dan pengangkatan pimpinan DPR Papua masa bhakti 2019 -2024.

Setelah pimpinan definitif dilantik, selanjutnya Wakil Ketua sementara, Thomas Sondegau langsung menyerahkan palu sidang kepada Jhony Banua Rouw sebagai Ketua DPR Papua untuk lima tahun kedepan.

Usai dilantik, dalam sambutannya, Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan kepada mantan pimpinan sementara DPR Papua yang melaksanakan tugasnya dengan baik hingga pelantikan unsur pimpinan definitif DPR Papua.

“Kami menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh masyarakat Papua atas kepercayaan dan dukungan untuk lima tahun mendatang. Kami juga ucapkan terimakasih kepada Gubernur Papua yang berkenan menindaklanjuti proses peresmian dan pengangkatan pimpinan DPR Papua, sehingga malam ini dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya.

Untuk itu, Politisi Partai NasDem yang akrab di sapa JBR ini meminta dukungan kepada seluruh anggota DPR Papua terhadap tugas dan tanggungjawab sebagai pimpinan DPR Papua masa jabatan 2019 – 2024 dapat terlaksana dengan baik, mengingat DPR Papua merupakan lembaga representatif yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintah daerah yang mempunyai tugas dan fungsi serta wewenang.

“Maka kami menghimbau kepada seluruh anggota dewan untuk dapat bersatu padu dalam memperjuangkan aspirasi rakyat dan bersinergi dengan pemerintah daerah beserta jajaran dan masyarakat dalam menjalankan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Apalagi kata JBR, jika melihat semangat dan partisipasi masyarakat dalam memberikan pengawasan dan penyaluran aspirasi kepada DPR Papua yang selama ini disampaikan lewat aksi demonstrasi.

Untuk itu, selaku Ketua DPR Papua, Jhony Banua mengajak seluruh elemen terutama mahasiswa untuk dapat menyampaikan aspirasi demgan diskusi dan berdialog dalam pertemuan rutin yang diadakan secara berkala.

“Kami juga akan memberikan ruang dan komunikasi bagi kita semua melalui media center atau media sosial secara positif, sehingga DPR Papua akan menjadi rumah aspirasi bagi seluruh rakyat Papua,” imbuhnya.

Sementara itu, sambutan Gubernur Papua, Lukas Enembe yang dibacakan Sekda Papua, TEA Hery Dosinaen, menyampaikan selamat atas dilantiknya unsur pimpinan DPR Papua.

Kepada unsur pimpinan DPR Papua yang baru dilantik, Gubernur Papua berharap agar DPR Papua mampu membawa aspirasi rakyat dengan sebaik-sebaiknya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, dan mampu memberikan hak-hak rakyat secara berkeadilan, guna menjamin kesejahteraan rakyat di daerah.

Namum Gubernur Enembe berhatap kepada pimpinan DPR Papua agar bekerja dengan cerdas, jujur serta bertanggungjawab.

“Sebab sejumlah harapan rakyat ada di pundak saudara-saudara, walaupun dari berbagai unsur politik yang berbeda namun harus bekerja secara konperhensif untuk seluruh rakyat Papua,” tandasnya.

Gubernur Enembe juga berharap, pimpinan DPR Papua cepat tanggap dan responsif dalam membangun kemitraan, komunikasi dan koordinasi terutama dalam pelaksanaan tugas-tugas dewan. Baik kepada masyarakat maupun pemerintah, sehingga tugas-tugas kemitraan antara ekaekutif dan legislatif dapat berjakan baik dan lancar serta akomodatif.

“Mohon hindari perbedaan-perbedaan yang tidak menguntungkan rakyat dan daerah yang akan membawa dampak merugikan semua,” Pesannya. (Tiara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here