JAYAPURA.REPORTASEPAPUA.COM – Seribuan Massa Gabungan Aliansi Rakyat Bersatu Bela Papua dan ASN Pemprov Papua berunjuk rasa menyatakan sikap menolak intimidasi terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe oleh KPK menyusul insiden yang terjadi di hotel Borobudur, Sabtu (31/2/2019).

Massa Memadati halaman kantor Gubernur Papua, Rabu (13/2/2019) sambil membawa spanduk dan poster mereka menyatakan dukungan terhadap Gubernur Lukas Enembe dan jajaran SKPD pemprov Papua yang dinilai punya hati tulus untuk membangun Papua.

Tampak berada diantara kerumunan massa, Sekda Papua, Hery Dosinaen dan sejumlah Pejabat eselon II dan III dan pegawai Pemprov Papua.

Salah satu Koordinator Massa, Benyamin Gurik dalam orasinya menyatakan, ada skenario besar yang dilakukan oleh pemerintah pusat melalui KPK untuk menjatuhkan Gubernur Papua melalui sejumlah isu korupsi.

“Skenario intimidasi sudah terjadi dari periode kepemimpinan Gubernur yang lalu. Berbagai cara dilakukan oleh mereka( pemerintah pusat) untuk menjatuhkan gubernur, sehingga kami minta Tutup KPK,” Tegasnya.

Dikaitkan dengan itu tentunya kami rakyat Papua marah, karena baru Gubernur Papua Lukas Enembe yang punya hati tulus dan komitmen tinggi untuk membangun Papua,”seru Benyamin yang disambut riuh tepuk tangan massa.

Dikatakan, hanya di jaman Lukas Enembe orang tidak bisa lagi sewenang wenang menggunakan anggaran, semuanya sesuai aturan bahkan karena itu di jaman Lukas Papua bisa meraih WTP dari BPK atas laporan penggunaan anggaran.

“Hanya beliau, 10 persen saham Freeport bisa kita dapatkan. Intinya, dengan kepemimpinan beliau banyak orang di pusat yang tidak bisa lagi mencuri di Papua. Makanya mereka melakukan berbagai cara untuk menghentikan Lukas Enembe,” bebernya.

Massa Mengancam akan memboikot Pileg dan Pilpres jika Tuntutan mereka tidak dipenuhi. (berti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here