KEEROM, REPORTASEPAPUA. COM – Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) RI nomor 19 Tahun 2020 bahwa Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dapat digunakan untuk Penanganan Covid- 19 di sekolah.

Untuk itu setiap Kepala Sekolah yang menangani langsung penyebaran Covid- 19, bisa menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Keerom, Drs. Bambang Suhartawan, M.MT kepada redaksi Reportase Papua saat ditemui di Grande Arso II, Kampung Yuwanain, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Senin (10/8/2020).

“Bagi Kepala Sekolah yang ada di Kabupaten Keerom bahwa Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bisa mengunakan untuk penanganan Covid- 19,”ujar Bambang.

Dicontohkan, seperti sekolah melakukan pembelajaran darring kepada anak- anak dirumah, sehingga para guru diberikan pulsa untuk membatu jalanya proses belajar mengajar dari rumah. Hanya saja guru yang diberikan pulsa yang berada diwilayah terjangkau jaringan telekomonikasi (Telkom). “ kan tidak masuk akal kalau sekolah tidak ada jaringan tetapi diberilan pulsa. Guru yang dibelikan pulsa yang berada diwilayah terjangkau telekomonikasi,”jelasnya.

Bambang menambahkan, untuk wilayah pembangunan tiga seperti Waris, Senggi, Yafi, Web, Kesenar dan Towe , sekolah diperbolehkan untuk melakukan proses belajar mengajar dengan tatap muka. Sehingga keberpihakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dapat digunakan untuk penanganan Covid- 19. “ membeli Masker, pengukur suhu badan, pencuci tangan atau air yang mengalir, sabun dan tissue. Yang terpenting protocol kesehatan harus ditegakkan seperti tidak boleh berjabat tangan, jaga jarak dan belajar serta tidak perlu istirahat. Datang , belajar dan langsung pulang. Waktu belajar disekolah dikurangi,”pungkasnya. (Rhy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here