KEEROM, REPORTASEPAPUA. COM – Pada pembahasan lanjutan Sidang Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Keerom Tahun 2019 terhadap pandangan umum fraksi- fraksi dewan, fraksi- fraksi Dewan tidak membacakan laporan LKPJ Bupati Keerom Tahun 2020 dan langsung menyerahkan ke pimpinan dewan, karena tingkat kehadiran OPD dlingkungan Pemda Keerom sangat rendah.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Keerom, Bambang Mujiono, SE mengatakan, dari hasil kesepakatan fraksi- fraksi Dewan memutuskan untuk laporan pandangan umum fraksi- fraksi dewan tidak dibacakan tetapi langsung diserahkan saja, karena kehadiran para pimpinan OPD sangat rendah.

Padahal hal ini tidak boleh terjadi, karena dalam pandangan umum fraksi- fraksi dewan banyak yang perlu dipertanyakan, apabila pimpinan OPD tidak menghadiri sidang dianggap tidak penting. Padahal sidang LKPJ Bapati Tahun 2019 sangat penting.

“Untuk kali ini sidang LKPJ Bupati Keerom Tahun 2019 terhadap pandangan umum fraksi- fraksi dewan tetap dilaksanakan, meskipun hanya diserahkan saja dan tidak dibacakan. Apabila sidang berikutnya masih seperti ini sidang tidak akan dilaksanakan, ini telah disepakati oleh Anggota DPRD Keerom,”ungkap Bambang pada pembahasan Pandangan umum fraksi- fraksi Dewan diruang Sidang DPRD Keerom, Rabu (20/5).

Untuk itu, setiap pimpinan OPD wajib hukumnya mengkuti jalanya pelaksanaan Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kab Keerom tentang LKPJ Bupati Keerom Tahun 2019. “OPD dilingkungan Pemda Keerom harus mengikuti Sidang sampai selesai, jika tidak mengcukupi dari 50 persen jangan berharap siding tidak akan dilaksanakan,”tegasnya. (Rhy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here