WONDAMA, REPORTASEPAPUA.COM  – Pemalangan itu dilakukan pasalnya pemilik hak ulayat  merasa tak puas dengan nilai harga jual tanah yang dibayarkan oleh pemkab melalui tata bagian bagian pertanahan kepadanya beberapa waktu lalu.

Yotebi kepada wartawan di halaman kantor kampung Isei, Selasa,(30/7) menjelaskan bahwa tanah yang dilepas untuk pembangunan fasilitas pemerintah tingkat kampung itu seluas 40 kali 33 meter persegi hanya di hargai 20.000 rupiah per meter persegi.

Dia juga mengaku tak cocok dengan harga yang diberikan pemerintah untuk membayar tanah miliknya, sebab kata Yoteni tanah miliknya itu sudah bersertifikat dan posisi tanah tersebut berada di jalan Protokol yakni Jl. DR.Drs Alberth Hanok Torey.

“Sebenarnya pemerintah sudah lakukan pembayaran, tapi saya tolak pembayaran itu karena saya pikir harga yang di kasi ke saya itu hanya 20 per meter persegi dan itu sangat sedikit sekali, sementara bapak punya tanah ini sudah ada sertifikat dan luasnya 40 meter kali 33 meter persegi,” jelas Yoteni.

Sementara kepala Kampung, Isei Fredick Nunaki membenarkan pemalangan yang dilakukan warganya itu, namun dirinya mengaku tidak bisa mengambil tindakan lebih sebab belum ada penyelesaian tananya milik warganya itu dari pemda setempat.

“Saya tidak bisa ambil langkah lebih sebab memang tanah itu milik bapak Yoteni dan belum ada penyelesaian, dan sudah 1 minggu kantor kampung dipalang. jadi ya kami layani masyarakat di rumah saja kalau ada yang datang dengan keperluan masing-masing,” ujar Nunaki. (SOLFI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here