Kapolda Pimpin Pemusnahan 6.061 Liter Sopi di Timika, Tetapkan 6 Orang Sebagai Tersangka

0
3
Pemusnahan miras lokal jenis sopi di Mimika yang dipimpin Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw

TIMIKA, Reportasepapua.com – Setelah berhasil mengungkap tempat produksi dan peredaran minuman keras lokal atau dikenal dengan sopi di Kabupaten Mimika, Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw langsung memimpin pemusnahan barang bukti 6.021 liter miras lokal yang berhasil disita.

Pemusnahan dilakukan di Mako Polres Pelayanan Jalan Cendrawasih Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Senin (22/6/20).

Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw dalam kesempatan tersebut menceritakan keberhasilan pengungkapan kasus tersebut dengan menangkap dan menetapkan enam orang tersangka, masing-masing berinisial DSW; MRO; LO; GK; KL; dan SL.

Diveritakan Kapolda, pengungkapan memerintahkan Kasat Samapta AKP Rosman Latukonsina dan Kasat Narkoba Iptu Sugarda A. B. Trenggoro S.T.K., M.H dengan melibatkan 25 personel, untuk melakukan razia atau sweeping terhadap para pelaku pembuat minuman lokal di sepanjang kali Wania, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika.

Melalui informasi salah satu pelaku yang lebih dahulu diamankan, berhasil diungkap tempat penyulingan sopi di hutan Mapurujaya, Distrik Mimika Timur.
Di lokasi tersebut berhasil disita 2 gen berukuran 25 L dan 1 gen 5 L serta 1 buah ransel tanpa pemilik yang di sembunyikan didalam semak – semak.
Dan di titik lokasi penyulingan, disita 4 buah drom besi, 2 buah drom plastik warnah biru, 2 buah jergen berisi Sopi ukuran 25 L dan 1 buah jergen berisi sopi ukuran 5 L, dengan tersangka berjnisial MRO.

Kemudian di sekitar kali Wania ataupun lokasi yang dapat dijadikan tempat produksi miras lokal, ditemukan barang bukti berupa, 1 buah sekop, 1 buah kampak, 5 buah pipa besi, 1 buah ember, 2 buah gen ukuran 5 ltr berisi sopi, 2 buah gen ukuran 20 ltr berisi sopi, 1 buah corong dan 1 buah gen potong.

Di lokasi lain, yakni masuk ke arah area Pekuburan Mapurujaya ditemukan lagi peralatan penyulingan, yaitu 6 buah drum plastic, 2 buah drum besi, 8 buah pipa besi ukuran 1 inci dan sampel cairan yang sementara difermentasi.

Pada Bulan Mei ada tersangka lain di TKP yang berbeda ( Di area Pomako ) dengan tersangka berinisial JK.

Juga ada tersangka lain yang di amankan oleh Polsek Mimika Baru berinisial GB, dan SL.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku berupa 3 buah botol 1500 ml, uang sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) hasil penjualan, 4 botol ukuran 600 ml, 1 buah panic, corong, dan 8 buah botol kosong ukuran 1500 Ml.

Kapolda pun mengharapkan kepada FKUB agar sedapat mungkin lebih intens menyampaikan kepada umatnya, khusus kaum muda untuk menghindari hal – hal yang dapat merugikan diri sendiri.

“Dampak dari minuman keras ini mulai dari bulan Mei sampai dengan bulan Juni telah dilaporkan 7 laporan Polisi, dengan keterangan rata – rata pelaku dan korban dalam keadaan dipengaruhi minuman keras.
Kapolres Mimika AKBP I Gede Era Adinatha, SIK dalam laporannya sebelum.pemusnahan mengatakan, bahwa dalam waktu 3 hari pihaknya berhasil mendalami serta melacak keberadaan pelaku serta lokasi – lokasi pembuatan minuman lokal jenis Sopi.

“Yang mana terkait pengungkapan kasus ini adalah sesuai masukan dari Wakil Bupati beberapa hari yang lalu,” ungkap Kapolres.

Sementara, Wakil Bupati Kabupaten Mimika Jhon Retob dalam kesempatannya menyatakan apersiasinya kepada Kapolda yang telah meluangkan waktu memimpin pengungkapan serta penangkapan penjualan minuman keras lokal jenis Sopi.

“Minuman keras yang menjadi sumber adanya keajadian atau kasus kriminal contoh penganiayaan, pemerkosaan, pembunuhan, tabrakan adalah awalnya dari minuman keras,” ungkapnya.

Terkait minuman pabrikan, kata Wakil Bupati, ada instruksi bupati agar mereka – mereka para penjual minuman pabrikan untuk sementara jangan menjual selama adanya pandemi Covid – 19 ini. Namun selalu ada yang masih menjual dengan cara menutup pintu depan dan membuka pintu belakang, namun apabila ditemukan akan di lakukan tindakan tegas dengan mencabut izin usaha nya.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan di TKP Kampung Kaugapu, Distrik Mimika Timur ada 2.800 liter, dan Jumlah barang bukti yang dimusnakan di Polres Mimika sebanyak 3.261 liter, sehkngga totalnya ada 6.061 liter.

Para tersangka dijerat dengan pasal 204 ayat (1) KUHPidana dan atau pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) UU RI No. 08 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau pasal 140 UU RI No. 18 tahun 2012 tentang pangan di pidana dengan pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun.(redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here