Kapolres Jayawijaya : Jangan Ada Mobilisasi Masa Dalam Menyampaikan Aspirasi

0
150
Kapolres Jayawijaya, AKBP Dominggus Rumaropen

WAMENA, Reportasepapua.com – Rencana aksi demo pedagang asli Papua nampaknya tak mendapat restu atau ijin dari Kepolisian Resor Jayawijaya.

Untuk mengantisipasi hal itu, telah dilakukan Apel Kosnsolidasi di Gedung Kupon Disnakerindag Kabupaten Jayawijaya Senin (10/02).

Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen mengungkapkan, setiap warga Negara Indonesia, khususnya masyarakat yang ada di Kabupaten Jayawijaya berhak menyampaikan aspirasinya, namun dalam menyampaikan aspirasi tidak diperkenan untuk membawa massa dalam jumlah yang besar.

“Aspirasi boleh disampaikan tidak ada yang larang, kami akan fasilitasi dan kawal untuk bertemu dan berbicara dengan Bapak Bupati,” ungkap Kapolres Jayawijaya.

Kapolres Jayawijaya juga tidak menghendaki ada mobilisasi kekuatan atau massa pada saat berkumpul, karena dalam kegiatan begitu pastinya ada kepentingan lain, sehingga sangat penting untuk diantisipasi oleh pihak keamanan, baik Polisi dan TNI yang bertugas di Wamena.

Karena, sebelumnya pihak kepolisian telah menerima informasi akan diadakan demo di Wamena dengan mengatasnamakan pengusaha asli Papua.

“Kami telah memanggil koordinatornya dan sudah disampaikan bahwa aspirasi apa saja boleh disampaikan pada pemerintah daerah yang berkaitan dengan usaha mereka, sehingga mereka ingin melakukan aksi,” kata Rumaropen.

Sementara itu, Dandim 1702 Jayawijaya, Letkol Inf, Chandra Dianto menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan personil TNI dalam upaya membackup kegiatan kepolisian dalam menjaga kedamaian dan kenyamanan seluruh masyarakat yang hidup di Kabupaten Jayawijaya.

“kita sudah turunkan 50 personil dari Kodim yang rencana ada aksi demo, namun sampai saat ini tidak ada tanda-tanda mobilisasi massa, tetapi pihaknya juga bisa fasilitasi untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah daerah”. Bebernya. (Afri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here