WAMENA, REPORTASEPAPUA.COM – Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda, SH menepis langsung isu terkait dengan adanya postingan di media sosial mengenai adanya masyarakat yang menjadi korban penembakan, Kamis (31/10/2019) siang.

Hal tersebut disampaikan Kapolres saat menggelar jumpa pers di Polres Jayawijaya dengan didampingi Danton BM Sumsel Kompol P. Arianto, Wakapolres Jayawijaya AKP Leonardo Yoga, S.IK, KBO Sat Reskrim Polres Jayawijaya Alexander Tengbunan, S.Trk, Kepala RSUD Wamena dr. Felly Sahureka dan dokter IGD RSUD Wamena dr. Bayu.

Kapolres menyatakan bahwa korban Bute Pahabol alias sarianus bahabol (22), dimana pada saat kejadian, korban ini sebenarnya pencuri yang mencuri alat sekap kayu yang dikejar oleh masyarakat sesuai keterangan dari saksi yang sudah kita periksa.

“Sempat beredar bahwa korban merupakan pelaku penembakan, itu tidak benar. Itu gambar lain yang dihembuskan oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab yang mana kelompok tersebut selalu menghembuskan tentang pelanggaran Ham,” pungkas Kapolres.

Kapolres menerangkan bahwa awal mula kejadian yaitu pelaku dikejar massa sekitar 40 orang dan massa dihalau oleh anggota brimob yang sedang melintas namun pada saat dibawa kerumah sakit, korban meninggal dunia.

“Luka yang ada pada tubuh korban yaitu luka akibat benda tajam, dan dari Rumah sakit juga sudah menyampaikan bahwa luka yang ada pada tubuh korban adalah luka akibat benda tajam, namun dari pihak keluarga tidak menginginkan untuk diotopsi,” terang AKBP Tonny Ananda, SH.

Kapolres menambahkan tidak ada tindakan dari aparat yang berlebihan, saksi di TKP banyak yang melihat bahwa korban dikejar oleh kelompok massa yang membawa alat tajam dan pada saat korban dibawa ke rumah sakit, masyarakat langsung lari karena takut dijadikan saksi, selain itu tidak ada luka tembak pada tubuh korban, anggota yang berada di TKP hanya melerai masyarakat.

“Kejadian terjadi di Dekat kantor kehutanan di daerah putikelek dan massa yang mengejar sekitar 40 orang sementara baju yang dikenakan korban yaitu baju berwarna biru sedangkan gambar yang diunggah dimedia sosial yaitu korban dengan menggunakan baju merah. Dari rumah sakit juga sudah menjelaskan bahwa gambar tersebut bukan pasien tersebut, namun itu adalah pasien lain dan kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak terprofokasi dengan isu hoax. ,” imbuh Kapolres.

Sementara itu Kepala Rumah Sakit dr. Felly Sahureka mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan untuk di dalam rumah sakit tidak mengambil gambar, gambar yang diupload itu bukan gambar korban, kami berharap agar jika wartawan mendapat informasi yang tidak benar dapat menjelaskan kepada masyarakat.

“Kalau ada petugas rumah sakit yang mengunggah gambar dari rumah sakit, kami akan berikan sanksi dan karena dengan keterbatasan sarana, jalan satu-satunya jika kami mendapat pasien ataupun jenazah yang belum diketahui yaitu kami menyebarkan lewat RRI untuk mengumumkan jenazah yang ditemukan,” tutur dr. Felly Sahureka.

Dokter IGD RSUD Wamena dr. Bayu juga menambahkan bahwa pada saat dirinya menerima pasien dan mengamankan di ruang tindakan, namun pada saat kembali untuk minta keterangan kepada masyarakat yang membawa pasien, masyarakat tersebut sudah tidak ada. (REDAKSI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here