JAKARTA, REPORTASEPAPUA.COM- Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Sisriadi menyebut klaim Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) membunuh 13 prajurit TNI dalam kontak tembak selama 12 jam di Utigapa adalah tidak benar (hoaks).

Menurut Sisriadi, pernyataan Gusby Waker yang disiarkan media online rakyatku.com, Rabu (18/12/2019) sebuah propaganda KKB Papua. Pada era digital, institusi TNI tidak mungkin menutup-nutupi informasi.

“TNI bukan organisasi liar seperti KKB. TNI adalah organisasi besar yang dikelola dengan sistem manajemen modern yang terpadu. Data individu personel TNI dicatat secara tertib. Perubahan data dilakukan secara periodik, sehingga pimpinan TNI dapat mengetahui kondisi setiap prajurit yang termutakhir (up to date),” katanya dalam siaran pers  yang dikeluarkan Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman.

Misalnya, data tersebut meliputi data pribadi dan data keluarga, seperti nama, pangkat, NRP (Nomor Registrasi Prajurit), pendidikan, jabatan, data penugasan serta data lainnya. Demikian juga data riwayat kesehatan, tercatat dengan sangat rapi.

“Apabila seorang prajurit meninggal dunia, datanya dicatat untuk proses pengurusan pembayaran hak-hak ahli waris serta untuk keperluan penyusunan sejarah dan doktrin,” sambungnya.

Menurutnya, setiap pimpinan TNI di semua tingkatan tidak mungkin menyembunyikan data prajuritnya yang meninggal dunia, baik di asrama, di rumah sakit, apalagi prajurit yang gugur di medan tugas pertempuran.

“Sekarang adalah era keterbukaan. Setiap prajurit TNI memiliki identitas lengkap dan tidak mungkin bisa disembunyikan. Manakala seorang prajurit TNI sakit di tempat penugasan, keluarga di kampung halaman akan segera tahu,” katanya lagi.

Dia malah menuding KKB sangat mungkin menyembunyikan data tentang anggota mereka. “Sebagaimana kita ketahui bersama, mereka adalah organisasi liar yang tidak punya data keanggotaan, asal-usul dan keluarganya tidak jelas. Berapa pun korban di pihak mereka, tidak akan ada yang mempertanyakan,” ujarnya. 

KKB, kata Sisriadi,  bisa saja menyembunyikan identitas anggota yang tewas dalam kontak dengan Satgas Penegakan Hukum. “Seperti yang bisa mereka lakukan sebelumnya, mereka selalu menuduh Satgas Penegakan Hukum membantai rakyat, jika ada anggota KKB yang terbunuh dalam kontak senjata. Opini itulah yang selalu mereka ulang-ulang,” katanya.

Dia pun menyakini, pernyataan Gusby Waker tentang korban TNI oleh KKB adalah berita bohong dan merupakan bentuk propaganda. “Kalau ada media yang mempublikasikan kebohongan itu tanpa konfirmasi ke institusi TNI, profesionalitas jurnalistiknya patut dipertanyakan,” tuturnya.

Fakta yang sebenarnya adalah, lanjutnya, puluhan anggota OPM yang tewas dalam kontak tembak dengan Satgas Penegakan Hukum tidak bisa terlaporkan karena tidak bisa diidentifikasi dan tidak ada keluarga yang mempertanyakan.

Sisriadi menambahkan bahwa negara masih membuka pintu lebar-lebar bagi anggota KKB yang mau menyerahkan diri secara damai seperti rekan-rekannya yang sudah turun dan ikut membangun keluarga, bangsa dan negara. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here