Karantina Uang Selama 14 Hari, BI Pastikan Peredaran Uang Tak Terganggu

JAYAPURA, Reportasepapua.com – Bank Indonesia (BI) Papua memastikan peredaran uang rupiah tak terganggu kendati tengah melakukan karantina uang rupiah selama 14 hari.

Kepala Kantor Perwakilan BI Papua, Naek Tigor Sinaga mengatakan, langkah mengkarantina uang rupiah yang telah dilakukan sejak 16 Maret 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona disease atau Covid-19.

“Uang yang disetor oleh perbankan itu biasanya begitu tiba di BI langsung kita hitung pakai mesin, jadi kita bersentuhan langsung dengan uang itu walaupun kita menggunakan masker dan sarung tangan, tetapi sejak wabah virus corona merebak, kita ambil langkah tersebut untuk menghindari penyebaran virus,” kata Naek usai rapat bersama DPR Papua di Swiss-belhotel Jayapura, Selasa (17/3/2020).

Naek menyebutkan, setelah diendapkan selama 14 hari, pada hari ke 15 dilakukan proses pengolahan sebelum didistribusikan kembali kepada masyarakat.

Ia juga telah meminta kepada perbankan agar uang disetor ke BI harus dalam kemasan plastik. Naek pun memastikan langkah tersebut tidak mengganggu proses peredaran uang di Papua.

“Uang kita cukup tersedia, masih ada Rp4,1 triliun, kas minimun masih Rp1,5 triliun, jadi ini posisinya memang arus balik uang dari perbankan ke BI setelah diedarkan pada akhir tahun 2019 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang merayakan natal dan tahun baru,” ucap Naek. (Ananda)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,718FansSuka
2,740PengikutMengikuti
17,500PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles