OKSIBIL, Reportasepapua.com – Munculnya Kasus Penahanan Terhadap Atribut Militer Kelompok OSEA dan juga beberapa simpatisan OSEA di kota Oksibil oleh Polres Pegunungan Bintang tampaknya coba dimanfaatkan oleh beberapa kelompok Pro Kemerdekaan Papua yang hendak mencari nama, hal ini ditentang oleh Kris Okbirok selaku Komandan Kompi C Kelompok OSEA wilayah Distrik Iwur, Kab. Pegunungan Bintang.

Saat diwawancarai beberapa media online, Kris Okbirok mengatakan bahwa Kelompok OSEA sama sekali tidak ada hubungan apapun dengan kelompok Pro Kemerdekaa Papua lainnya seperti NRFPB, KNPB, TPN OPM maupun ULMWP, karena Kelompok OSEA memiliki Visi dan Misi yang berbeda dalam perjuangan kemerdekaan. Jadi Kris Okbirok mewakili Kelompok OSEA menolak segala bentuk pengakuan dari kelompok lain terkait perjuangan kelompok OSEA.

Kris Okbirok juga mengatakan bahwa Kelompok OSEA dan Kelompok seperti NRFPB, KNPB dan TPN OPM serta ULMWP sudah sangat jelas berbeda karena memiliki Bendera Negara yang berbeda juga, NRFPB, KNPB, TPN OPM dan ULMWP memiliki bendera Negara Bintang Kejora sedangkan OSEA Memiliki bendera Negara Sang Saka Bengirim.

Kris Okbirok juga menambahkan bahwa perjuangan bangsa Papua yang sesungguhnya adalah melalui OSEA dengan bendera Sang Saka Bengirim yang memang dibuat oleh Bangsa Papua sedangkan Bendera Bintang Kejora adalah Bendera buatan Belanda dan Pattimura melalui orang Maluku untuk membodohi bangsa Papua sehingga sampai saat ini NRFPB, KNPB dan TPN OPM serta ULMWP masih percaya dengan tipu muslihat Bendera Bintang Kejora.

“Kami kelompok OSEA dengan tegas menolak pengakuan dari NRFPB terkait pergerakan perjuangan kami selama ini, Forkorus Yaboisembut jangan mau numpang tenar dari perjuangan kami, kalian tidak punya hak atas kelompok kami,” ucap Kris Okbirok. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here