Kelompok Yang Meminta Pembebasan Ketujuh Terdakwa, Mereka Berpikir Keliru

0
66
Niko Maury

JAYAPURA, Reportasepapua.com – Niko Maury, Ketua Barisan Merah Putih Kota Jayapura yang juga merupakan Ketua Pemuda Panca Marga Provinsi Papua, menegaskan, ke 7 pelaku kriminal Kerusuhan Papua tahun 2019 lalu, patut dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia karena perbuatan mereka telah menimbulkan kerusuhan di Papua.

Saat diwawancarai, Niko Maury mengatakan, jikalau hari ini, ada kelompok-kelompok yang ingin membebaskan mereka atau membantu mereka keluar dari tahahan, dipandangnya sangat keliru, karena tidak ada salahnya jika ke 7 pelaku kriminal kasus kerusuhan papua 2019 itu menjalani sidang di Kalimantan, karena wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia itu dari Sabang sampai Merauke.

“Kita melihat bahwa, pada waktu terjadi kerusuhan di Papua 2019, banyak bangunan yang terbakar, tempat-tempat usaha masyarakat mereka bakar, hingga ada korban jiwa, ini perlu diproses hukum,” ujar Niko Maury.

Lanjutnya, palagi kita sebagai orang Kristen harus tau persis bahwa, siapa yang berbuat pelanggaran, harus bertanggung jawab atas perbuatanya itu, berani berbuat, berani bertanggung jawab.

“Saya Ingin berpesan bahwa, kelompok yang ingin membebaskan ke-7 pelaku kriminal kasus kerusuhan Papua 2019, harus berpikir seribu kali karena hukum kita jelas dan tidak main-main. Negara kita ini adalah negara hukum dan ini merupakan pembelajaran buat kita semua sehingga jangan ada lagi yang melakukan kekerasan, pembunuhan, pembakaran dan kejahatan lainya di Papua terhadap sesame komponen masyarakat Indonesia”, terang.(redaksi reportase)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here