Kemenpora Undang Semua Pihak Bahas Inpres PON 2020

0
204
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia mengundang stakeholders yang terlibat dalam penyiapan inpres untuk melakukan pembahasan agar dapat segera difinalisasi. (foto/berti)

JAKARTA, REPORTASEPAPUA.COM – Pasca penetapan 37 Cabang Olahraga yang akan dipertandingkan/diperlombakan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Provinsi Papua resmi ditandatangani pada jumat 11 Oktober 2019, di Gedung Negara Dok V Atas Jayapura, pembahasan rancangan instruksi presiden (Inpres) baru tentang PON langsung dilakukan hari ini, Selasa (15/10/19).

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia mengundang stakeholders yang terlibat dalam penyiapan inpres untuk melakukan pembahasan agar dapat segera difinalisasi. Hadir dalam pertemuan ini Deputy Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator PMK, Kementerian Keuangan, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian PUPR, Plt. KadisOrda Provinsi Papua dan Sesmenpora sebagai pimpinan rapat.

” Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Gatot Dewabroto, menyampaikan bahwa pertemuan ini sangat penting untuk segera menyesuaikan dengan Surat Keputusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) berkaitan dengan 37 Cabor dan lokasi kabupaten tempat pelaksana PON di papua, ” ujar Gatot.

Sesmenpora melanjutkan bahwa hari ini secara drafting telah kita selesaikan. ” Alhamdulilah, hari ini kita telah menyelesaikan drafting inpres baru PON XX dan kita tinggal melakukan langkah administrasi untuk pengajuan ke Sekretariat Negara, mudah mudahan prosesnya bisa cepat, ” sambung Gatot.

Alexander Kapisa sebagai plt. Kadisorda yang hadir dalam pertemuan tersebut memyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua sangat berharap agar inpres ini dapat segera ditetapkan agar pembangunan venue venue yang diperintahkan dalam inpres baru ini dapat segera dilaksanakan.

” Dengan ditetapkannya inpres baru ini, tentunya secara legal formal akan menjadi acuan kami dalam menyusun anggaran tahun 2020, besar harapan kami sekiranya sekiranya proses administrasi agar segera sampai ke presiden tidak perlu panjang lagi karena secara substansi tidak ada perubahan yang berarti, ” pungkas Alexander Kapisa. (berti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here