Kementrian PUPR Tahun Ini Genjot Pembangunan 10 Destinasi Wisata

Manokwari, Reportasepapua.Com – Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia akan di rencanakan mengembangkan 10 objek wisata Hal ini juga merupakan instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia Jhon Wempi Wetipo mengatakan, 10 destinasi pariwisata digenjot seperti, Danau Toba, Borobudur, Mandalika, LabuanBajo maupun Kupang.

“Sekarang ini lagi di progres adalah 5 dinasti wisata. Kita selesaikan berikutnya 5 dinasti wisata salah satu itu Raja Ampat, kata Jhon kepada media ini di Manokwari belum lama ini.

Ia menjelaskan, kalau berbicara pariwisata harus Infranstruktur dibangun bukan hanya sekedar Infranstruktur tapi investasi perlu juga harus masuk.

Lanjut dia, bagaimana kawasan hutan lindung dan kosesinya tidak dilaksanakan contoh kita mau bangun jalan terhambat karna hutan lindung meskipun kita sama- sama ada dipusat.

“Tapi kita tidak bisa membangun akses untuk publik. Kalau kita, di Kementrian baik Kehutanan, Lingkungan hidup tidak saling bersinergi untuk mendukung kepentingan pembagunan Infranstruktur tidak akan berjalan baik,”katanya.

Menurutnya, apa kita bangun ini bukan bangun pemukiman tapi bangun akses jalanya. Kalau pariwisata, kalau orang hanya datang lihat Waisai saja sebenarnya tidak terlalu ini ya.

“Tapi kalau akses jalan katakanlah di Pulau Waisai besar ini kalau kita bangun sekitar 200 kilo meter masyarakat bisa keliling pulau itu berwisata melihat banyak hal kan begitu ,”ujarnya.

Sebenarnya katakanlah pemerintah kabupaten Raja Ampat tidak punya uang bangun 200 kilo meter di Waisai. Kan justru sebenarnya Kementrian PUPR bisa membantu membangunkan itu.

“Nah teman- teman Balai ini mengalami kendala karena hanya di kasih akses 4 kilo meter dari 200 kilometer. Nah kalau di kasih 4 kilometer bangun buat apa kan begitu,”tuturnya.
Ia pingin itu 200 kilometer, selesai sehingga orang yang datang tamu dari luar kelilingi pulau Waisai.

“Lalu oleh pemerintah daerah ia di atur kira- kira spot mana orang bisa berhenti kemudian situ ada pusat kuliner dibangun karena pariwisata itu tidak bisa di andalkan hanya keindahan. Fasilitas pendukung lainya perlu dilengkapi,”tambahnya.

Ia berharap, dukungan pemerintah Provinsi Papua Barat dan khusus pemda Raja Ampat mendukung program kebijakan Presiden.

“Dengan dukungan semua pihak program dapat terealisasi. Kami prinsip siap bangun itu semua butuhkan keterlibatan masyarakat adat setempat. Ini perlu ada komunikasi baik antara Pemda dan masyarakat situ harapan Infranstruktur ini bisa di Bangun di Papua Barat,” pungkasya. (Dhy)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,041FansSuka
2,873PengikutMengikuti
18,100PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles