JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Leting Bintara Polri tahun 2008 Laksamana Niscala Danadyaksa (LND) Polda Papua menggelar trauma healing kepada anak-anak di beberapa lokasi pascarusuh Jayapura.

Trauma healing ini dilakukan dengan cara cukup unik dengan memanfaatan momen Natal.  Anggota berpakaian Santa Claus menyambangi anak-anak yang ada di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, Sabtu (8/12) malam.

Ketua Panitia Penyelenggaraan Brigadir Polisi Daniel Rumpaidus, menjelaskan, aksi Santa Claus menyambangi rumah merupakan satu agenda Leting 32 Bintara Polda Papua untuk memberikan warna berbeda di Tahun 2019. Hal ini mengingat beberapa waktu lalu telah terjadi kerusuhan yang cukup membuat traumatik bagi masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan inisiatif, kami melihat beberapa kejadian di Kota dan Kabupaten Jayapura. Selain itu kegiatan ini dapat dibilang bukti nyata bahwa kami (polisi) ada dan hadir untuk masyarakat terlebih khusus bagi anak-anak pasca kerusuhan untuk memberikan rasa aman dan nyaman,” ujarnya.

Ajudan Kapolda Papua ini pun menjelaskan bahwa jadwal kegiatan Santa Claus ini berjalan selama dua hari mulai dari tanggal 8 hingga 9 Desember di tiga kabupaten sekaligus. Bahkan di beberapa daerah pun menggelar hal serupa.

“Hari pertama kami sambangi beberapa rumah di Kabupaten Jayapura hingga Kota Jayapura. Sementara hari kedua, kami jadwalkan ke Kabupaten Keerom. Leting kami di daerah juga melaksanakan hal yang sama dan ini menjadi agenda kami tahun ini,” katanya.

Ayah satu orang anak berharap kegiatan trauma healing ini dapat memberikan warna tersendiri, sehingga kehadiran polisi di tengah masyarakat dapat dicontohi rekan-rekan lainnya. “Saya harap bukan hanya kami yang melaksanakan kegiatan ini, melainkan rekan-rekan lainnya juga. Apalagi momentum Natal ini cukup baik untuk saling memberi dan melengkapi,” ujarnya.

Ketua Panitia Penyelenggaraan Brigadir Polisi Daniel Rumpaidus saat menggendong anak anak saat menggelar trauma healing ala Santa, Sabtu (7/12).

Pria asal Biak Numfor ini pun mengimbau kepada seluruh masyarakat di Papua untuk saling bergandengan tangan menjaga kamtibmas tetap aman kondusif, mengingat keamanan dan kenyamanan merupakan tanggung jawab bersama bukan hanya tugas aparat keamanan.

“Bulan ini merupakan bulan suci, oleh karena itu saya ajak semua elemen masyarakat untuk saling menghargai, saling bergandengan tangan dan saling menjaga toleransi satu sama lainnya karena keamanan, kenyamanan dan kedamaian itu kuncinya pada diri kita masing-masing,” tegasnya.

Dia mengajak masyarakat agar bijak dalam menanggapi isu-isu yang belum tentu ada kebenarannya melalui media sosial dan jangan mudah untuk terprovokasi yang nantinya dapat mengganggu stabilitas keamanan.

“Ini jelang Natal, mari kita jaga bersama keamanan yang ada saat ini dan bijaklah dalam menanggapi hal-hal dimedia sosial yang dapat memecahbelahkan persatuan yang telah terjaline selama ini,” imbuhnya. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here