Kesaksian Korban Selamat Kebrutalan KKB, Kepala Sekolah SMPN1 Beoga, Junaedi: Mereka Guru Terbaik dan Bukan Mata-Mata !

0
460

JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Kesaksian Kepala Sekolah SMPN1 Beoga Kabupaten Puncak Menceritakan seluruh yang ia lihat saat kejadian. Kepsek SMP ini baru saja kembali dari beoga bersama almarhum dua guru yang ditembak.

Dirinya menceritakan dengan wajah Sedih. Saat itu siang di acara persemayaman Guru Yonatan Renden, tepatnya pukul 15.00 WIT, saksi utama sekaligus  korban yang selamat dari penembakan brutal KKB di wilayah Beoga (9/4/2021) menyampaikan kesaksiannya.

Junaedi Arung Sulele, Bapa Kepala Sekolah SMPN1 Beoga Kabupaten Puncak Papua menyampaikan rasa dukanya. Atas berpulangnya Bapa Oktavianus Rayo dan Yonathan Renden.

“Mereka guru terbaik, mereka dari masyarakat sipil tidak ada hubungannya dengan aparat TNI-POLRI. Tidak bnyak orang yang mau bertahan hidup di pedalaman, hidup bersama keluarga bertahan disana di hutan.” Katanya.

Kesedihan sekaligus amarah terlihat dari mimik Junaedi.”Saya mengutuk keras tindakan ini. Kami harap aparat keamanan bertindak menjaga diri dan juga menegakkan hukum yang belaku.” Tambahnya.

Kedua korban merupakan guru pendatang dari Toraja. Kondisi Beoga yang sulit dijangkau kendaraan menyebabkan tidak banyak orang maupun pendatang yang mau bertahan disitu.

“Bapa Oktavianus dan Yonathan ini  mendidik anak Papua dengan setulus hati, mendidik anak2 pedalaman Papua.Sekali lagi, Kami orang toraja percaya dengan aparat dan kami taat hukum. Kami kohon aparat menjaga Masyarakat tanpa terkecuali, apalagi guru yg mendidik anak Papua, kami sangat sesalkan kejadian ini.”

Dalam acara layatan tersebut, Junaidi menjelaskan kondisi mencekam saat penembakan terjadi.

“Sebelum ada kejadian, hingga kami semua turun, situasi sudah kembali kondusif sehingga kami memutuskan untuk kembali ke Beoga.”

“Puji tuhan Saya masih lolos, saat penembakan saya tidak lihat orang, ketika bunyi tembakan saya lari ke arah kanan, Sdr. Yonatan Renden(28) ke kiri, korban sudah kena 2 kali tembakan di dada tapi masih sempat lari kemudian rubuh.”

“Kalau korban pertama, saya tidak di TKP, lokasi saya jauh dari situ. Lokasi korban pertama itu di SMPN 1 BEOGA, korban itu guru SD Klemabeth, tetapi karena istrinya mengajar di SMP mereka tinggal di perumahan guru SMPN 1 BEOGA. Saat penembakan korban pertama Sdr. Oktovianus Rayo(40) dia di kepung KKB.”

“Selama ini situasi aman-aman saja, Aparat keamanan dari koramil, polsek dan satgas TNI-Polri selama ini memang sudah berjaga di Beoga.”

“Pasca penembakan, situasi di atas saat ini masih siaga. Aparat TNI-POLRI berjaga disekitar kampung beoga.”

“Informasi yang saya terima yang dibakar adalah perumahan guru dan 1 gedung sekolah SMA.”

“Selama ini kami Guru pendatang dekat dengan Masyarakat asli Kab. Puncak.”

“Kedua korban itu merupakn guru kontrak, Oktavianus sudah 10 tahun menjadi Guru kontrak, sedangkan Yonathan 2 tahun, kedua korban ini sudah berkeluarga Sdr. Oktavianus bersama tinggal di Beoga, sedangkan Yonatan Anak istrinya di Toraja. Total ada 11 orang guru pendatang, sebagian mengungsi di Koramil.”

Dijelaskan oleh Junaidi bahwa tidak banyak pendatang di wilayah Beoga, hanya para guru saja. Serta informasi yang menyatakan Junaidi diculik tidak sepenuhnya benar.

“Saat terjadi penembakan, Junaidi  bersembunyi dirumah warga. Ketika aparat TNI-POLRI yang mengevakuasi jenazah lewat didekat persembunyiannya, Junaidi  keluar dan ikut mengamankan diri di koramil,” Katanya.

Sebelumnya di media Online di Jayapura Memuat Informasi bahwa dua guru itu adalah mata-mata aparat. Informasi itu sangat meresahkan seluruh guru di Tanah papua, Karena Berpotensi Membuat mereka diincar oleh KKB.  (redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here