JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Gedung dua DPR Papua yang merupakan salah satu gedung termegah di Tanah Papua, tak lama lagi akan diresmikan oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe. S.IP. MH.

Namun sebelum diresmikan, Ketua DPR Papua, DR. Yunus Wonda, SH. MH melakukan uji coba pendaratan helipad yang berada di lantai 15 gedung dua DPR Papua dengan menggunakan helikopter, Jumat (26/7/19).

Yunus Wonda mengatakan, jika helipad ini didesain untuk mengatasi urgensi. Baik dewan, maupun kepentingan masyarakat. Sehingga siapa saja yang ingin menggunakan fasikitas helipad yang sifatnya urgensi bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Diakui, jika percobaan ini baru pertama kali dilakukannya, dan dia adalah pejabat pertama yang menapakkan kakinya diatas helipad dengan menggunakan helikopter.

“Jadi masyarakat juga bisa menggunakan sebab ini gedung rakyat dan siapa saja boleh gunakan, karena ini sengaja dibuat untuk hal-hal yang memang sangat emergensi. Seperti ada yang harus segera di rujuk dari daerah ke RSUD Dok II atau RS Provita atau juga di rujuk sakit lainnya yang ada di Kota Jayapura, bisa menggunaka ini agar lebih dekat dan untuk menghindari macet karena pasien harus secepatnya tiba di rumah sakit, “kata Yunus Wonda (YW) kepada Wartawan saat tiba di helipad gedung dua DPR Papua dengan menggunakan helikopter.

Menurut YW, pendaratan pertama ini sangat mulus dan tak ada kendala. Sebab ini juga bukan pertama kalinya ia melakukan uji coba menaiki helikopter seperti ini, semua itu sudah pernah dialaminya waktu masih sekolah penerbangan, bahkan saat itu medannya lebih berat lagi.

Selain itu lanjut YW, ada dua lift yang bisa digunakan nanti. Kita siapkan dua lift, yang satu khusus untuk anggota dewan dan satunya lagi khusus untuk masyarakat.

Untuk itu, ia menghimbau kepada semua rumah sakit yang ada di kota Jayapura ini, silahkan datang ke DPR Papua untuk dilakukan kesepakatan.

“Jadi pihak rumah sakit yang ada disini silahkan datang ke kami dan kita lakukan kesepakatan. Bila ada yang ingin mengunakan helpad ini silahkan saja tanpa kami pungut biaya karena tempat ini kita bangun bukan untuk kepentingan anggota dewan saja, tetapi juga untuk kepentingan masyarak,” tandasnya.

YW menambahkan, jika Senin depan pihaknya akan melakukan rapat Bamus untuk menentukan tanggal, kapan gedung dua DPR Papua ini di resmikan.

“Makanya hari ini saya coba menggunkan helikopter untuk mendarat di helipad yang berada diatas ketinggian gedung dua DPR Papua ini, agar bisa memastikan bahwa semua fasilitas helipad bisa digunakan,” jelasnya. (Tiara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here