Ketua PMT: Anda Membela Siapa? Pelaku Kriminal atau Korban Kerusuhan

JAYAPURA, Reportasepapua.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua Albert Ali Kabiay menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi soal apa yang terjadi di negara- negara luar, karena indonesia merupakan negara yang berlandaskan pancasila dan undang – undang dasar 1945.

Albert Ali Kabiay mengatakan, warga masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan di Papua, mari secara jeli kita melihat inti permasalah yang terjadi di Amerika.

“Saya ingin menjelaskan bahwa Beberapa hari lalu atau dua hari lalu saya sudah mengkonfirmasi beberapa teman saya di USA atau di Amerika Serikat karena saya melihat banyak polemik yang terjadi terkait 7 Pelaku kriminal kasus rasisme pada tanggal 29 agustus 2019 lalu di mana, di Papua terjadi kerusuhan dan aksi bakar bakaran yang menyebabkan kerugian hingga mencapai ratusan miliar,” tutur Ali, Sabtu (13/6/20).

“Saya menanyakan langsung Bagaimana perkembangan kasus George Floyd yang katanya merupakan korban rasisme di USA ternyata George Floyd ini merupakan pembuat dokumen palsu dia adalah seorang pria yang sering membuat dokumen palsu dan pada saat ditangkap, Aparat sedikit membelenggu dia dari leher jadi dia seperti di kunci atau di kancing akhirnya meninggal dunia,” sambung Ali.

Kata Ali Kabiay, Kepolisian Amerika Serikat telah menjelaskan bahwa hal itu bukan masalah rasis, tetapi kelalaian petugas dalam menangani seorang pelaku Jadi bukan masalah rasis.

Namun, ada hal ini di up oleh media yang mungkin tidak senang dengan pemerintahan presiden amErika saat ini sehingga terjadi gelombang masa dan akhirnya terjadi penjarahan, aktivitas-aktivitas kejahatan dan juga bakar-bakaran.

“Kasus rasis ini sudah ditangani dari tahun 2019 dan tujuh orang bukan merupakan tahanan politik tapi murni merupakan otak dibalik kerusuhan yang terjadi di Papua, siapa yang mau menanggung kerugian material dan moril. Saya mau Jelaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik tidak perlu terprovokasi yang terjadi di negara ini bukan merupakan rasis yang sudah terbukti bahwa polisi sudah mempunyai kewenangan untuk menyelesaikan kasus ini,” kata Ali.

“Kepada kelompok-kelompok membuat petisi, mendukung pembebasan ke-7 Pelaku kriminal ini, sebenarnya yang ingin saya tanyakan kepada kelompok-kelompok ini adalah Apakah apa yang menjadi tujuan anda untuk menekan pemerintah untuk segera membebaskan 7 Pelaku Kriminal ini, inilah yang harus dipertanyakan sebagai anak asli Papua saya mempertanyakan kredibilitas kelompok-kelompok ini jangan-jangan mereka tidak mau atau mereka tidak mau ke 7 pelaku Kriminal ini ditahan oleh pemerintah padahal mereka jelas-jelas sudah bersalah dan mereka bukan tahanan politik tapi murni merupakan pelaku kriminal. Ini yang harus menjadi atensi kita bersama,” tegasnya.

Untuk anak-anak muda papua, ia mengajak untuk bersama-sama membangun Papua untuk melewati pandemi covid-19 yang sedang berlangsung.

“Saya yakin tidak ada pemerintah yang berniat membuat rugi masyarakatnya sendiri, mari kita sama-sama jangan ada rasa saling curiga atau apapun Mari kita sama-sama saling bersinergi antara TNI-Polri dan masyarakat. Saya yakin kita mampu melewati masalah ini,” jelasnya.

“Kepada kelompok-kelompok yang ingin agar ketujuh pelaku kriminal ini dibebaskan, saya tanyakan apakah sebenarnya kalian ini membela siapa?, membela korban aksi bakar-bakaran tanggal 29 agustus 2019 lalu atau membela pelaku karena mereka ini murni atas hasil penyelidikan dan tentu Polda Papua sudah mempunyai
pertimbangan-pertimbangan sendiri,” ungkapnya kesal.

“Kita yakin Polri merupakan institusi negara yang profesional dalam menangani kasus. Kita serahkan kepada negara kepada kepolisian untuk menyelesaikan kasus ini jangan lagi ada intervensi karena kita negara kita dibangun berdasarkan undang-undang dasar dan Pancasila,” pungkasnya.(redaksi reportase)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,041FansSuka
2,820PengikutMengikuti
17,900PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles