JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM –  Kitong Talk adalah salah satu program unggulan dari Kitong Bisa Enterprise, yang bertujuan menjadi wadah bagi pemuda untuk bertemu, berdiskusi dan saling berbagi inspirasi dalam berbagai bidang.

Kali ini Kitong Talk kembali hadir di Jayapura dan menghadirkan pemuda Papua inspiratif seperti Billy Mambrasar, Patricia Ormuseray dan Yan Pepuho. Kali ini Kitong Talk diadakan di Jayapura atas kerjasama dari Samdhana Institute dan the Local Enablers.

Khoirun Nisa Sri Mumpuni selaku founder dan CEO Kitong Bisa Enterprise juga memperkenalkan berbagai program barunya dan menjelaskan rencananya di tahun 2020 dengan membuka Kitong Hub di Jayapura, sebuah ruang publik yang dapat digunakan oleh pemuda Papua untuk mengembangkan potensi diri dan skill kewirausahaan.

Kitong Bisa Enterprise sendiri merupakan usaha sosial (social enterprise) yang fokus pada pengembangan ekosistem pengusaha yang berkelanjutan dan inklusif bagi pemuda sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan di Papua dan Papua Barat.

Usaha sosial ini berdiri sejak 2018 dan telah menjangkau lebih dari 300 anak muda di Papua yang dipimpin oleh Khoirun Nisa Sri Mumpuni sebagai CEO, Ichwan sebagai COO, dan Mochamad Bintang Rivani sebagai CPO.

“Kitong Talk adalah sebuah talk show dimana kita ingin menginspirasi, memberikan informasi dan juga mengajak pemuda di Papua untuk menjelaskan kepada mereka seputar pendidikan, kewirausahaan dan community development,” kata Khoirun Nisa, Selasa (3/12).

Dalam talk show itu, Kitong Bisa Enterprise mengundang seorang pemuda Papua inspiratif, Billy Mambrasar. Kegiatan yang bertempat di Sundshine Cafe & Library, bertujuan untuk memperkenalkan Kitong Bisa Enterprise yang akan hadir full operation di tahun 2020 di Jayapura.

“Jadi kita mengundang kakak-kakak inspiratif seperti Billy Mambrasar, pengusaha-pengusaha muda yang sukses untuk sharing atau bertukar ilmu di acara ini, yang belum punya ide pun bisa datang untuk mendapatkan inspirasi,” lanjutnya.

Tak hanya itu, dia pun mengajak media, instansi pemerintahan, beberapa akademisi, juga pengusaha muda dan juga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk datang berdiskusi juga berkolaborasi dalam beberapa program di kitong bisa enterprise. (Ananda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here