Klaim Sebagai Juru Kunci, Paslon Beriman Jamin 1.000 Kuota CPNS Untuk Wondama

Wondama, Reportasepapua.com – Pasangan Calon Bupati Bernadus Imburi dan calon wakil bupati Zeth B Marani jamin berikan kuota kurang lebih 1.000 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), formasi 2019 dan 2020. Formasi tersebut direncanakan terlaksana pada tahun 2021.

Paslon nomor urut 2 yakni, Beriman Lanjut yang artinya Berkualitas Mandiri dan Berkelanjutan, mengaku sudah melakukan langkah-langkah persuasive atau pendekatan komunikasi dan koordinasi dengan Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  (Menpan-RB) RI terkait kuota CPNS untuk kabupaten Wondama.

Oleh sebab itu, dalam kampanye Beriman Lanjut, calon bupati Petahana mengatakan dia sangat paham persoalan tes CPNS yang saat ini menjadi momok atau perbincangan hangat di tengah masyarakat, dan  Paslon Beriman solusinya.

“saya paham betul persoalan tes CPNS dan saya juru kuncinya, saya sudah lakukan koordinasi dengan Menpan-RB dan saya tahu letak persoalannya seperti apa, bagaimana dan apa yang harus dilakukan, oleh sebeb itu berikan kesempatan kepada Beriman Lanjut Pimpin Wondama 2 Periode maka ini akan terjawab dengan baik,” ujar Imburi ketika berkampanye di kelurahan Wasior belum lama ini.

Ketegasan itu di buktikan dengan surat Bupati Teluk Wondama yang di tujukan kepada Menpan-RB yang tembusannya kepada Presiden RI, ketua DPR RI, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Gubernur Papua Barat. Salah satu simpatisan kampanye Beriman di minta membacakan surat bupati Teluk Wondama agar di ketahui semua masyarakat.

“Saya sudah menyurat ke Menpan-RB, terkait persoalan ini. Di Kabupaten ini berdiam berbagai suku, golongan, ras dan budaya dari berbagai daerah di Indonesai, seperti jawa Maluku Sulawesi NTT dan lain serta Orang Asli Papua (OAP) sendiri, namun kehidupan berlangsung baik.  Namun dari jumlah kurang lebih 2.000 peserta tes CPNS formasi 2018 hanya tersedia formasi sebanyak 300 orang, dikuatirkan akan terjadi ketidakpuasan, baik dikalangan OAP sendiri maupun para pendatang. Sehingga akan menimbulkan gejolak yang pada mulanya hanya demonstrasi biasa, namun akan menjurus kepada konflik SARA (Suku Agama dan Ras) bahkan kerusuhan dan penjarahan disertai opini  menolak Otonomi Khusus dan permintaan Referendum atau merdeka diseluruh kabupaten. Guna mengantisipasi keadaan tersebut, dimohon kebijaksanaan bapak Menteri kiranya, dapat mengalokasikan penambahan formasi CPNS sebanyak 1.000 orang pada tes CPNS tahun 2019 dan tahun 2020. Penambahan formasi ini di peruntukan bagi tenaga honorer yang telah lama mengabdi, OAP maupun non OAP. Dengan jumlah kuota yang tersebut maka dapat menetralisir dan mengatasi gejolak yang timbul serta dapat mengawal dan memelihara persatuan NKRI,” demikian isi surat Bupati Petahana yang dibacakan oleh salah seorang simpatisan ketika Paslon Beriman Lanjut berkampanye.

Kata Imburi masyarakat Wondama harus cerdas dalam memilih sebab tahun ini merupakan tahun dimana masa pemerintahan maksimal kurang lebih hanya berlangsung normal 3 tahun saja. Oleh sebab itu, dalam kurun waktu hanya 3 tahun itu Imburi berharap masyarakat Wondama berikan kepercayaan kepada Paslon Beriman Lanjut, melanjutkan Wondama EMAS itu.

“Masyarakat harus cerdas dalam memilih, waktu pemerintahan maksimal hanya 3 tahun kerja, sebab 2024/2025 penyesuain pemilihan serentak kepala daerah se Indonesia. Pilih kami, kami tahu kuncinya dan pekerjaan ini tinggal kami lanjutkan saja,” ujar Imburi.  (SR)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,942FansSuka
2,760PengikutMengikuti
17,700PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles