Komisi II DPR Papua Bakal Perjuangkan Anggaran Pembangunan Pabrik Betatas di Arso

0
126

JAYAPURA,REPORTASEPAPUA.COM –  Komisi II DPR Papua akan mendorong dan memperjuangkan untuk penyelesaian pembangunan pabrik betatas di Arso 4, Keerom pada APBD Induk tahun 2019. Meskipun sebelumnya, sempat tidak dianggarkan dalam tahun 2018 ini.

“Ya, kami akan memperjuangkan untuk anggaran pembangunan pabrik betatas di Arso, Keerom pada sidang APBD Induk tahun 2019,“ kata Anggota Komisi II DPR Papua, Mustakim HR ketika ditemui Wartawan di ruang kerjanya, Selasa (27/11/18).

Namun, Komisi II DPR Papua bidang Perekonomian berharap agar dalam tahun 2019 nanti, pembangunan pabrik betatas di Arso 4, Keerom itu, sudah dapat selesai dan dapat beroperasi.

Diakui, pada tahun 2018, pembangunan pabrik betatas di Arso 4, Keerom itu tidak dianggarkan dalam APBD, sehingga pihaknya akan mendorong lagi pada tahun 2019 kepada SKPD terkait untuk mengajukan anggarannya.

Di samping itu, kata Mustakim, Komisi II DPR Papua menargetkan agar pabrik betatas di Arso 4, Keerom itu, dapat berproduksi.

Politisi Partai Demokrat ini mengakui, tahun 2017 lalu, Komisi II DPR Papua sempat ngotot agar eksekutif mengalokasikan anggaran pembangunan pabrik betatas itu. Dan meskupun telah dianggarkan Rp 7 miliar, namun permasalahan saat itu, dana tersebut tidak terserap habis akibat masa tender yang mepet, sehingga tahun 2018 tidak dianggarkan.

“Jadi kami harap dinas terkait dapat menganggarkan kembali 2019, sehingga diakhir 2019 selesai dan pabrik itu sudah berproduksi, karena masyarakat antusias untuk menyuplai bahan baku ke pabrik itu,“ ujar Mustakim.

Lanjut Mustakim, saat ini memang bangunan untuk mesin pabrik betatas itu sudah selesai, namun bangunan untuk pendukung pabrik betatas itu masih kurang, baik gudang penampungan bahan baku dan hasil produksi, perumahan karyawan belum ada.

Apalagi kata Mustakim, pabrik betatas itu, akan memproduksi tepung betatas, yang dapat diolah menjadi berbagai produk seperti mie instan, kue kering atau basah dan varian produk makanan tambahan lainnya.

“Sebenarnya, banyak varian produk tepung betatas ini. Bahkan, dari luar negeri permintaan cukup tinggi sebenarnya. Jadi saya pikir, untuk pemasarannya tidak terlalu sulit,“ kata Mustakim.(TIARA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here