Komisi II DPR Papua Temukan Ribuan Ton Beras Menumpuk di Gudang Bulog Merauke

JAYAPURA, Reportasepapua.com – Anggota Komisi II DPR Papua, H. Darwis Massi, SE mengatakan, Kota Merauke adalah salah satu kabupaten di Papua yang memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang sangat besar khususnya dalam swasembada beras.

Bahkan kata Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, Merauke dikenal sebagai lumbung padi yang ada di Provinsi Papua.

“Tidak hanya kecukupan yang bisa menenuhi kebutuhan penduduk lokal Kabupaten Merauke tetapi sesungguhnya dapat menenuhi kebutuhan seluruh Papua, bahkan bisa mensuplai beras hingga di luar Papua dengan kapasitas produksi rata-rata,” kata Darwis saat melakukan Sidak ke Gudang Bulog Merauke, akhir pekan kemarin.

Menurut mantan Anggota DPRD Kota pada periode lalu itu, bahwa ini suatu peluang dan kesempatan dalam rangka peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.

Diakui, bahwa memang ada beberapa permasalahan yang menjadi kendala di lapangan, yakni produksi yang dalam jumlah besar, sehingga terjadi penumpukkan.

“Jadi tidak dapat di pasarkan semua sehingga stock beras menumpuk di gudang Dolog Merauke,” bebernya.

Darwis Massi pun mengungkapkan, jika stok lama yg ada di 4 gudang Dolog Merauke sekitar 15.000 ton. Dan stock tersebut sudah di gudangkan sejak 15 Juni 2019 lalu. Artiya sudah 9 bulan di gudang.

“Kepala Bulog Merauke saat di tanya kenapa tidak di jual, alasannya belum ada pihak swasta yang mau beli. Sebab selama ini pihaknya hanya melayani untuk kebutuhan ASN dan TNI POLRI. Belum lagi nanti 2 atau 3 bulan kedepan memasuki masa panen yang berkisar bisa mencapai 40 ribu ton,” ungkap Darwis.

Untuk itu dirinya menyayangkan jika stock beras yang ada sekarang akan rusak jika tidak terjual.

“Dari diskusi tersebut, tentunya ada beberapa permasalahan telah terungkap.
Jadi kami harap Bulog segera cari solusi. Misalnya kami sarankan harus ada pihak swasta yang bisa beli beras Merauke,” tandas Darwis.

Hanya saja lanjutnya, pihak swasta lebih menguntungkn beli beras dari makassar karena lebih murah.

Menurutnya, penyebab mahalnya beras Merauke jika akan di pasarkan ke luar daerah sehingga terkendala di biaya angkut kapal dan transportasi dan juga biaya angkut dari lahan pertanian ke Dolog. Lantaran banyak jalan produksi yang rusak.

Oleh karena itu, kata Darwis Massi, pihaknya menyarankan kepada pemerintah baik kabupaten maupun Provinsi untuk dapat mencari jalan keluar.

“Misalnya, pemerintah mencanangkan beras juga untuk rakyat dan bukan hanya ASN dan TNI POLRI saja. Kemudian pemerintah Kabupaten Merauke juga harus siapkan dana talangan angkutan sehingga bisa bersaing dengan produk luar. Dan untuk jangka panjang bisa saja pemerintah siapkan angkutan laut milik pemerintah,” ujarnya.

Darwis Massi menambahkan, jika ini sangat penting, sehingga ke depan Merauke menjadi lumbung padi yang bisa memenuhi kebuthan, tidak hanya di Papua tetapi juga untuk kebutuhan pangan nasional. Bahkn bisa di eksport dengan tetap memperhatikn kwalitas beras.

“Ya tentunya ini juga bisa berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya. (tiara)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,718FansSuka
2,738PengikutMengikuti
17,400PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles