KONI dan PB-PON Lakukan Finalisasi Venue Cabor

0
311

JAYAPURA, Reportasepapua.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melakukan finalisasi venue cabang olahraga per kluster bersama Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB-PON) XX Papua 2020.

“Rapat ini kita finalisasi seluruh venue cabang olahraga per masing-masing klaster penyelenggara PON, untuk venue cabor sudah final,” kata Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON XX Papua, Suwarno memimpin rapat koordinasi dan sinkronisasi yang berlangsung di Kantor KONI Pusat, Kamis (27/02).

Dalam proses penetapan venue ini, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dari Papua sebagai tuan rumah PON XX tahun 2020. Dimana, masih memerlukan perbaikan atau renovasi beberapa venue.

Oleh karena itu, pihaknya meminta PB PON Papua untuk melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua maupun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia.

Jadi, setelah kita finalisasi venue cabor per klaster, ada masalah yang ditemukan, dimana, ada venue yang hingga saat ini belum dibangun, tentu kita harapkan sebelum PON semua sudah beres, tidak ada masalah yang berarti,” ujarnya.

Dikatakan, beberapa venue memang masih memerlukan penyempurnaan, misalnya GOR Waringin, Venue Gantole (Lapangan Terbang Advent Doyo Baru) , venue Paralayang (Bukit  McArthur dan Bukit Teletubis Doya Lama). Venue ini semua belum dikerjakan, walaupun pekerjaan tidak berat tetap harus ada kepastikan, karena bidang pertandingan dan arena juga perlu menyiapkan  semua kebutuhan  perlengkapan di masing-masing venue.

Kemudian, GOR yang dibangun Kementerian Pemuda dan Olahraga RI di Koya Timur, Kota Jayapura. Venue ini belum ditetapkan sebagai lokasi pertandingan di PON karena informasi anggarannya sudah habis tetapi bangunya belum rampung 100 persen.

Sementara Lapangan Sepak Bola Mahacandra Universtas Cenderawasih dan GOR Toware saat ini dalam proses renovasi, kita harapkan juga pembangunnya bisa rampung pada bulan Juli 2020.

Namun, pihaknya berharap PB PON Papua dapat berkordinasi dengan Kementerian PUPR terkait pembangunan tribun Lapangan Sepak Bola Mahacandra Universtas Cenderawasih.

“Dari sisi lapangan sudah rampung 100 persen, tetapi bangunan tribun rencana dibangun lagi tahun ini, saran kami, PB PON segera berkoordinasi dengan Kementerian PUPR, sehingga pekerjaanya bisa rampung tepat waktu,” katanya.

Suwarno menambahkan, sebelumnya pihaknya sudah melakukan pemantauan pembangunan venue cabang olahraga PON XX Papua secara acak. “Kami akan terus melakukan koordinasi dan monitoring bersama PB PON maupun SUB PB PON XX Papua. Cara lain untuk melakukan monitoring pembangunan venue pun dilakukan berdasarkan informasi non formal yang diterima pihak Panwasrah PON XX. Kami lakukan monitoring dengan berbagai cara, tidak harus langsung turun ke lapangan. Sehingga bisa dilakukan perbaikan secepatnya. Jangan takut dikoreksi dan menerima saran untuk kebaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Harian PB PON Papua, Yusuf Yambe Yabdi, mengatakan ada beberapa hal penting yang perlu diketahui oleh SUB PB PON di masing-masing klaster.

Dimana, KONI Pusat dan PB PON Papua akan membentuk Kelompok Pokja (Pokja) yang akan mendampingi SUB PON PON di klaster. Jadi, dengan membentuk Pokja yang terdiri dari Tim Pengawas dan Pengarah (Wasrah) Technical Delegate. Mereka akan mendampingi dan membantu SUB PB PON di klaster, sehingga Ketua Tim Panwasrah hanya melakukan review jika ada hal yang harus menjadi catatan penting,” kata Yusuf.

Yusuf  juga mengapresiasi kehadiran dari Sub PB PON Kabupaten Jayapura maupun Bidang Pertandingan, Arena dan Upacara dalam rapat kordinasi dan sinkronisasi ini.

menurutnya, bidang pertandingan adalah roh dari pelaksanaan pertandingan setiap cabang olah raga event Nasional empat tahunan itu.

Oleh karena itu, Rapat koordinasi dan sinkronisasi teknis yang difasilitasi KONI Pusat ini, kita bisa sama-sama satukan persepsi untuk mensukseskan PON XX Papua.  

“bulan Maret tim pokja sudah bergerak ke klaster berbasis cabang olahraga, setelah mereka mendampingi menyiapkan semua kebutuhan pertandingan di masing-masing venue,” katanya.

Pada ajang PON XX akan dibuka secara resmi pada 20 Oktober 2020 , di Stadion Papua Bangkit, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura. PON Papua akan mempertandingkan 37 cabang olahraga, 56 disiplin cabor, 679 nomor pertandingan/perlombaan.

Terdapat tiga Kota/Kabupaten yang akan menyelenggarakan pesta olahraga terbesar se-Indonesia itu. Antara lain Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke sebagai penyangga.

Berikut daftar cabor per klaster, Kabupaten Mimika, cabor Aeromodeling, Terbang Layang, Terjung Payung, Atletik, Bola Basket, Biliar, Panjat Tebing, Futsal, Bola Tangan, Judo, Tarung Derajat. Klaster Kabupaten Merauke, cabor Bermotor, Catur, Wushu, Anggar, Sepak bola Putri.

Claster Kota Jayapura, Renang Perairang Terbuka, Angkat Besi, Angkat Berat, Binaraga, Softabll, Voli Indoor, Voli Pasar, Dayng (Canoeng, Rowing, Traditional Boat Race) Layar, Taekwondo, Karate, Pencat Silat, Selam Laut, Sepak Takraw, Sepatu  Roda, Sepak bola Putri, Tenis, Bulutangkis dan Tinju.

Klaster Kabupaten Jayapura, cabor Gantole, Paralayang, Lancat Indah, Renang, Renang Artistik, Polo Air, Hoki Outdoor dan Indoor, Baseball dan Sotfball, Senam Aerobik, Senam Artistik, Senam Ritmik, Muaythai, Senam Kolom, Kempo, Rughby 7’S, Menembak, Criket, Sepak bola  dan Panahan. (redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here