JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Adanya Permintaan pencabutan yang datang dari kelompok adat melalui surat yang di berikan kepada Komando Resort Militer (Korem), Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/ Cenderawasih, serta ke Panglima TNI tentang pengukuhan gelar adat Pangdam XVII/Cenderawasih sebagai Kepala Suku besar Adat agar segera di cabut dan pembatalan penyerahan tanah seluas 90 hektar di wilayah Wamena, kamis 11/04/2019 Mendapat Tanggapan Komandan Resort Militer (Danrem) 172/PWY Kolonel Inf. Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar.

“Kami menyambut dengan baik dan hormat tanpa ada maksud dan keinginan dari Kodam XVII/Cenderawasih untuk mensertifikasi atau menguasai tanah tersebut dengan tujuan untuk membangun Instansi Militer,  Kemudian terkait dengan Gelar Adat yang diberikan Kepala Suku Alex Doga dan Habo Holago kami tidak pernah meminta gelar tersebut akan tetapi kami menghormati dan menghargai Adat Budaya sebagai suatu penghargaan buat kami” ujar Danrem kepada wartawan Rabu 10/04.

Danrem juga menambahkan bahwa pada saat pengukuhan itu para tua-tua adat dari 29 kabupaten dan 5 wilayah adat juga tokoh-tokoh agama turut menghadiri pengukuhan tersebut serta memberi restu.

Sementara itu Alex Doga Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah Jayawijaya dari Silo Soekarno Doga mengakui saat itu telah mengundang Mayjen TNI George Elnadus Supit serta Danrem 172/PWY Kolonel Inf. Jonathan Binsar untuk membangun kesejahteraan masyarakat.

“Tanah ini saya tidak memberikan ke Kodam XVII Cenderawasih bahkan memberikan ke Korem 172/PWY atau Brigade Infanteri. Namun tujuan saya untuk menunjukkan Tanah ini kepada Mayjen TNI George Elnadus Supit serta Danrem 172/PWY Kolonel Inf. Jonathan Binsar untuk membangun Perumahan, Pendidikan, Kesehatan dan kesejahteraan Masyarakat” ungkas Alex Doga saat ditemui wartawan kamis 11 maret 2019. (nadia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here