Kutuk Rasisme di Surabaya , Bupati Biak Numfor Minta Masyarakat Tetap Menahan Diri

0
259

BIAK, REPORTASEPAPUA.COM – Menyikapi aksi Demonstrasi di Manokwari yang dipicu insiden di Surabaya dan berujung pada kerusuhan dan pengrusakan serta pembakaran beberapa fasilitas publik di pusat ibu kota Papua Barat, Bupati Biak Numfor meminta masyarakat di Kabupaten Biak Numfor untuk menahan diri dan tidak terpancing dengan berbagai informasi yang beredar dan dapat memancing situasi memanas di daerah.

Bupati Biak numfor Herry Aryo Naap, S.Si, M.Pd dalam keterangan Persnya mengatakan Pemerintah daerah turut prihatin terhadap apa yang di alami oleh mahasiswa papua di malang dan Surabaya, serta berharap kejadian tersebut tidak terulang dan mendapat penanganan yang cepat oleh Kepolisian sehingga seluruh persoalan dapat diselesaikan secara hukum.

“Kepada seluruh warga masyarakat di Indonesia, bahwa Papua adalah bagian dari NKRI, sehingga sumberdaya Papua yang menimba ilmu di seluruh wilayah Indonesia dalam rangka pengembangan sumber daya manusia harus mendapat dukungan. Jika ada anak-anak kami dan adik-adik kami yang sedang menuntut ilmu di luar Papua dalam bersikap dan tindakannya yang kurang berkenan, kami berharap Pemerintah daerah dan Aparat Hukum setempat dapat merangkul dan memberikan pemahaman serta pembinaan. Kami juga menolak terjadinya Rasisme kepada anak-anak kami dan kami orang Papua, baik yang ada di Tanah Papua maupun di wilayah NKRI, karena Indonesia bukan saja milik suku-suku tertentu di Indonesia, tapi milik kita bersama, sehingga kita harus menjaga kebersamaan dan semangat kebangsaan,” tegasnya.

Herry Naap berharap masyarakat Biak Numfor yang ada di wilayah Papua dan seluruh wilayah NKRI dapat memberikan rasa empati dan prihatin atas apa yang terjadi. Namun tetap menjaga stabilitas dan keamanan di daerah masing-masing, sekalipun akan menyampaikan aspirasi atas apa yang terjadi, harus dengan cara-cara yang elegan dan bukan anarkis.

Secara khusus di Biak Numfor, jika ada rencana penyampaian aspirasi, Pemerintah membuka ruang di Sasana Krida Kantor Bupati, untuk menerima kelompok masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, bahkan dukungan media yang ada, untuk dapat menyalurkan aspirasi masyarakat Biak Numfor kepada pemerintah Pusat untuk mengetahui apa yang ingin disampaikan oleh masyarakat. Bupati Biak Numfor optimis masyarakat dapat menahan diri dan menjaga Biak sebagai daerah yang aman di Tanah Papua. Bupati juga berharap Aparat di Biak Numfor tidak mengambil tindakan Represif dalam menyikapi aksi penyampaian aspirasi masyarakat di Biak Numfor.

Menurut rencana masyarakat Biak Numfor akan merespon kejadian di Surabaya dan malang, dengan melakukan aksi demonstrasi pada hari selasa 20 Agustus 2019. Di akhir pernyataannya, Bupati Herry Naap menyerukan agar seluruh masyarakat Indonesia harus mampu dan mau menghargai dan menjaga orang Papua sebagai bagian dari NKRI melalui sikap dan ucapan, untuk mencegah terjadinya konflik di dalam Negara kesatuan republik Indonesia. (jefri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here