JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM- Kasus pencurian sepeda motor (curanmor) masih menduduki ranking pertama dalam papan kejahatan di Kota Jayapura. Padahal, laporan curanmor menurun pada 2019.

Berdasarkan data Polres Jayapura Kota, total tindak pidana secara umum di wilayah Kota Jayapura menurun. Tahun 2018, kasus tindak pidana di wilayah Kota Jayapura mencapai 3918 kasus,  sedangkan tahun 2019 sebanyak 3448 kasus.

Untuk penyelesaiannya di tahun 2018 mencapai 64,88 persen, sedangkan tahun 2019 mencapai 65,71 persen. Trend pengungkapan kasus di wilayah hukum Polres Jayapura Kota mengalami peningkatan, meskipun tipis.

Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustav Robby Urbinas menyebut, 1.015 kasus curanmor dilaporkan ke Polres Jayapura Kota sepanjang 2019. Jumlah ini menurun 293 kasus curanmor dari tahun sebelumnya yang mencapai 1.308 kasus.

Untuk pengungkapan sendiri, Gustav mencatat 562 kasus pada tahun 2019, sedangkan tahun 2018 mencapai 751 kasus. “ Total kasus menunjukan penurunan, meskipun masih ranking (peringkat) satu di Kota Jayapura dari tahun,” ujarnya.

Mantan Kapolres Jayapura ini mengklaim telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka curanmor hingga akhir tahun 2019. Misalnya dengan membentuk Tim Charli yang bertugas mengungkap kasus curanmor di wilayah Kota Jayapura, sejak November 2018.

Polres Jayapura Kota juga telah mengintensifkan razia dan penggeledahan di kawasan Kampwolker, Waena yang ditengarai menjadi sarang pelaku kejahatan. Gusvat pun telah berupaya menekan angka curanmor dalam empat hari terakhir.

“Ada seratus lebih barang bukti sepeda motor diamankan dari lokasi. Kami juga memproses dua simpatisan KNPB terkait kasus curanmor,” bebernya. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here