Launching GISA dan KIA Bupati Wondama Minta, ASN Jangan Kerja Sesuka Hati

0
20

WONDAMA, REPORTASEPAPUA.COM – Bupati Teluk Wondama Meminta ASN Menjaga Keakuratan data karena itu menjadi bagian penting dan dapat dijadikan Dasar Dalam Pengambilan Keputusan dan Kebijakan Pemerintah untuk menyusun program kerja menuju ke arah pembangunan yang lebih baik.

Bupati Teluk Wondama Bernadus A Imburi saat melaunching Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (Gisa) dan Kartu Identitas Anak (KIA) yang digelar oleh dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (dikdukcapil) di gedung Sasana karya Pemkab Wondama, Kamis, (15/8) mengatakan Falidasi keakuratan data kependudukan suatu daerah sangat penting, oleh sebab itu dia menginginkan Dikdukcapil benar-benar mengantongi data identitas masyarakat wondama secara akurat mulai dari kelahiran hingga kematian.

“Saya ingatkan Dikdukcapil punya data yang akurat tentang identitas masyarakat Wondama, jangan mengarang-ngarang data atau identitas sebab dari data inilah pemerintah dapat membuat keputusan mengambil kebijakan untuk masyarakat maju dan sejahtera,” Ucap orang nomor satu Kabupaten Wondama itu.

Imburi juga meminta agar setiap data kelahiran dan kematian bukan saja menjadi tanggungjawab Dikdukcapil semata tetapi juga tanggungjawab para kepala kampung dan kepala distrik untuk mengetahui kondisi warganya dan melaporkan kepada dinas terkait, guna percepatan pelayanan kepada masyarakat.

“Seluruh ASN tidak hanya Dikdukcapil yang berikan pelayanan prima kepada masyarakat, dia katakan kelengkapan data rakyat wondama perlu system pelayanan pola jemput bola,” Ucak Bupati.

“saya harap, dikdukcapil lakukan pola pelayanan kepada masyarakat dengan cara menjemput bola, sebab rakyat Wondama ini bangun pagi tidak akan berpikir hari ini saya mau ke Rasiei (lokasi perkantoran pemkab wondama) untuk mengurus e-KTP dan lain sebagainya rakyat ini datang kalau ada keperluan tertentu baru mereka datang.oleh sebab itu Dikdukcapil perhatikan itu dengan baik. Tetapi juga seluruh ASN berikan pelayan dengan baik, cerdas, cepat iklas dan humanis, layani masyarakat, layani rakyat dengan hati yang baik, tulus iklas hati yang rendah, bukan layani mereka dengan setengah hati, apalagi sesuka hati,”tegas Imburi,

Ditempat yang sama kepala Dikdukcapil, Edison Kabiai, menjelaskan data kependudukan Kartu Tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Wondama yang belum melakukan perekaman hanya tersisa 272 jiwa dari data penduduk yang di kantongi Dikdukcapil saat ini.

“Jumlah penduduk kabupaten Teluk Wondama saat ini 55.439 jiwa, yang wajib e-KTP adalah 38.175 jiwa, sementara yang sudah melakukan perekaman sebanyak 37.903 jiwa sehingga yang belum melakukan perekaman adalah 272 jiwa. Sementara untuk pencetakan e-KTP saat ini sudah mencapai 41.226 keping. Untuk jumlah keluar masuk penduduk di Wondama tahun 2018 yang datang sebanyak 747 jiwa, yang keluar wondama sebanyak 1065 jiwa dan tahun 2019 penduduk masuk ke wondama 634 jiwa dan yang pindah keluar Wondama sebanyak 999, serta pencetakan akta kelahiran hingga sata ini baru 13.097 akta,” tutur Kabiai (solfi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here