Libur Natal dan Tahun Baru 2019, Bandara Sentani Layani 52.040 Penumpang

0
748
Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Kerjasama pada Bandara Sentani Sigit Pramono, S.SIT, M.M., ketika didampingi Kepala Bidang (Kabid) Keamanan dan Pelayanan Darurat pada Bandara Sentani, Muchammad Nafiek, saat memberikan keterangan kepada pers, di Kantor Direktorat Jenderal Kementerian Perhubungan Udara, Bandar Udara Sentani, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (11/1/2019) kemarin sore

SENTANI, Reportasepapua.com – Bandar Udara (Bandara) Sentani tercatat melayani 52 ribu penumpang selama libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Kepala Bandara Sentani, Antonius Widyo Praptono melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Kerjasama pada Bandara Sentani, Sigit Pramono, S.SIT, M.M., mengatakan, selama 18 hari operasional Posko Monitoring Angkutan Natal dan Tahun Baru 2019 pada 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019, tercatat 52.040 penumpang menggunakan layanan melalui bandara ini.

Berdasarkan data yang diterima untuk jumlah penumpang per tahun 2018 itu totalnya adalah 52.040 orang. Sedangkan di tahun 2017 itu jumlah totalnya 64.066 orang, sehinggga ada penurunan sekitar 20 persen, untuk jumlah penumpang antara tahun 2017 dengan  tahun 2018 di periode Desember 2018-Januari 2019.

“Jumlah penumpang tersebut turun 20 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang sebanyak 64.066 orang penumpang,” kata Kabid Sigit Pramono didampingi Kepala Bidang (Kabid) Keamanan dan Pelayanan Darurat pada Bandara Sentani, Muchammad Nafiek, ketika dikonfirmasi di Kantor Direktorat Jenderal Kementerian Perhubungan Udara, Bandar Udara (Bandara) Utama Sentani, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (11/1) kemarin sore.

Sigit menyebutkan, jumlah penerbangan juga mengalami penurunan sekitar 0,74 persen atau sebanyak 607 pesawat yang terdiri dari 599 penerbangan reguler dan ekstra flight sebanyak 8 pesawat, dibandingkan dengan sebelumnya 606 penerbangan dengan ekstra flight sekitar 5 pesawat.

“Di tahun 2018 ini untuk jumlah pesawat, ada 607 pesawat yang terdiri dari 599 penerbangan reguler dan ekstra flight ada 8 pesawat. Sedangkan untuk tahun 2017 lalu, jumlah pesawat dengan penerbangan regulernya ada sekitar 606 pesawat namun ekstra flight cuma 5 pesawat. Jadi, secara keseluruhan ada penurunan sekitar 0,74 persen,” sebutnya.

Dirinya menambahkan, kalau berdasarkan data ini merupakan akumulasi dari mulai tanggal 20 Desember 2018 hingga tanggal 6 Januari 2019.

“Jadi, antara tangga 1 Januari sampai tanggal 6 Januari 2019 itu turun. Memang jumlah penumpang secara keseluruhan itu alami penurunannya cukup signifikan. Dan, di bulan Januari 2019 ini saja pun masih terkena efek penurunan jumlah penumpang tersebut,” imbuhnya.

“Kita belum tahu penurunan jumlah penumpang ini terjadi karena apa, tapi kalau kami membaca situasi ini mungkin pertama karena libur sekolah itu tidak berbarengan dengan libur kantor, akhirnya banyak yang nikmati liburannya hanya tetap di Papua, kemudian kedua adanya isu harga tiket pesawat yang naik. Nah, ini memang yang cukup membuat seseorang untuk liburan keluar daerah itu ditunda di tahun berikutnya,” tukas Sigit Pramono. (yurie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here