Lima Heli Bell Dikerahkan untuk Evakuasi MI-17

0
68

JAYAPURA, Reportasepapua.com – 5 heli bell dikerahkan untuk membantu proses evakuasi helicopter milik Penerbangan Angkatan Darat yang jatuh di Distrik Oksop, Kabupaten Pengunungan Bintang pada tanggal 28 Juli 2019 lalu.

Danrem 172/PWY Kolonel Inf J. Binsar Parluhutan Sianipar dalam siaran persnya yang diterima reportasepapua.com, Kamis dini hari, menyampaikan tiga unit Heli Bell TNI AD kemarin sudah berada di Bandara Oksibil untuk membantu proses evakuasi begitu pula dengan dua unit heli milik swasta.

“Saat ini di bandara Oksibil sudah ada 5 heli bell yang kita stanbykan untuk membantu proses evakuasi. 3 milik TNI Angkatan Darat, 1 sudah standby sejak hari senin kemarin dan 2 lagi baru tiba dari jayapura tadi pagi. Kemudian, 2 heli milik swasta” jelas Sianipar.

“Tadi pukul tujuh pagi kita sudah melakukan peninjauan ulang. Kita harapkan ini yang terakhir ke sasaran, kita meninjau titik pendaratan kemudian rute yang bisa kita gunakan pada saat evakuasi. Peninjauan ini sudah selesai dalam keadaan aman,” tambahnya. 

Diakuinya, proses evakuasi memang terkendala cuaca yang selalu berubah-ubah. “Cuaca diwilayah pegunungan Papua ini cukup ekstrim. Kadang kita cuma diberikan waktu satu hingga dua jam untuk terbang. Itulah yang menjadi factor utama kendala untuk melakukan upaya pencarian”, ungkap Danrem.

Pihaknya berharap agar secepatnya dapat melakukan proses evakuasi terhadap heli dan korban. “Kita sudah berkordinasi dengan seluruh pilot mudah-mudahan besok atau lusa kalau cuaca mengijinkan kita sudah mulai kegiatan evakuasi. Baik itu mencari jenazah termasuk barang-barang yang diperlukan untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan”, terang Danrem. (yurie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here