JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Lima kabupaten di bumi Cenderawasih yang cakupan sub pin polio masih terhitung rendah yaitu Kabupaten Mamberamo Raya 62,65% , Kabupaten Intan Jaya 61,57% , Kabupaten Lanny Jaya 59,07% , Kabupaten Dogiyai 51,61% , Dan Kabupaten Nduga 4,64%.

Hal ini dikatakan Kepala Seksi Survelains dan Imunisasi Dinas Kesehatan Papua, Togu Sihombing saat dihubungi RRI di Jayapura, Senin (12/8/2019).

“Penyebabnya ini karena kendala anggaran, Sumber Daya Manusia (SDM), kondisi geografis dan factor keamanan. Kadang ada anggaran, tapi SDMnya tidak tersedia atau tidak ada petugas yang mau betul-betul melakukan pelaksanaan imunisasinya,” terang Togu.

Ia menambahkan, kondisi ini sudah menjadi perhatian serius Kementerian Kesehatan. Karena itu, Kemenkes akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Dinas Kesehatan Papua untuk menunjang kegiatan imunisasi polio di daerah yang masih rendah cakupannya.

“Nanti akan ada bantuan anggaran operasional sebesar Rp 2,9 miliard untuk kegiatan imunisasi polio ini. MoU ini rencananya dilakukan pada 19 Agustus mendatang di Jakarta,” tuturnya.

Togu pun mengaku telah menyiapkan langkah tindak lanjut atas kerjasama itu yakni dengan membentuk tim gabungan dengan melibatkan berbagai pihak untuk membantu percepatan cakupan imunisasi polio di wilayah setempat.

“Rencananya tim ini nanti akan melibatkan pihak Kesdam XVII Cendrawasih, Bidokkes Polda Papua, BPBD Papua dan lainnya. Tim ini akan ke daerah-daerah, masing-masing empat orang ditambah dua orang dari petugas puskesmas atau kader di Kabupaten,” kata Togu.

Ia menyatakan, tim ini akan bekerja ekstra dalam tiga bulan kedepan. Dengan demikian diharapkan cakupan imunisasi Polio di seluruh daerah di Papua bisa mencapai 95%.

“Semua daerah harus mencapai 95 persen. Kalau hanya 80 persen saja contohnya, berarti anak-anak kita ini masih terancam terserang virus polio,” pungkasnya. (BERTI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here