JAYAWIJAYA, Reportasepapua.com – Ketua LMA Distrik Bpiri Gasper Kenelak meminta Bupati agar pada Bulan Agustus 2020, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memiliki kesempatan untuk hadir dan meresmikan kegiatan Listrik masuk Distrik Bpiri.

Selaku Ketua LMA dan atas nama masyarakat, Gasper menyampaikan terimakasih atas upaya pemerintah Jayawijaya yang sudah memasukan jaringan listirk di Wilayah Distrik Bpiri dan Koragi.

Namun dirinya selaku Ketua LMA berharap, setelah terpasangnya jaringan listirk di Wilayah Distrik Bpiri, seluruh Wilayah Distrik Bpiri sudah terang, baik itu di Kantor Pemerintah, serta semua perumahan masyarakat yang ada di Wilayah Distrik Bpiri.

“Kalau masyarakat Distrik Bpiri itu minta listirik itu harus menyala jadi Bapak Bupati dan Wakil harus perhatikan kami,” kata Gasper.

Dirinya juga meminta, Pemerintah bisa menjawab aspirasi masyarakat terkait pengadaan Air Bersih, Puskesmas, pengerasan jalan serta perumahan bagi masyarakat.

Terkait layanan kesehatan, Ketua LMA Bpiri meminta agar pemerintah dapat segera mendirikan Puskesmas di Wilayah Distrik Bpiri, karena Wilayah Distrik Bpiri dan juga Koragi sangat jauh dari jalan besar, sehingga masyarakat sangat sulit mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya, Marthin Yogobi mengakui bahwa jaringan Listrik memang sudah masuk di Wilayah Distrik Bpiri hingga Koragi.

Terkait usulan peresmian Listrik masuk Distrik Bpiri, Wakil Bupati menjelaskan, akan menyampaikan rencana masyarakat untuk meresmikan Listrik masuk Distrik kepada Bapak Bupati Kabupaten Jayawijaya.

“Tadi ada usulan, jaringan listirk sudah masuk di wilayah Walak, tinggal kapan dinyalakan, dan tadi masyarakat minta harus diadakan syukuran dan hal ini akan saya sampaikan kepada Bapak Bupati,” ungkap Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya.

Terkait usulan masyarakat tentang air bersih dan Puskesmas, Wakil Bupati mengakui akan menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

Diakui Wakil Bupati, rencana pembangunan Puskesmas memang tidak dapat dilakukan pada tahun 2020, alasannya ialah kita masih dihadapkan dengan masalah Covid-19, selain itu juga ada pemotongan anggaran serta pemerintah Jayawijaya diwajibkan Negara untuk menyisikan anggaran untuk penanganan Covid. (yANTI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here