JAYAPURA, Reportasepapua.com – Imbas dari pembatasan aktivitas yang diberlakukan mulai hari ini, sejumlah swalayan maupun mall di Kota Jayapura dan sekitarnya, disesaki warga yang hendak berbelanja keperluan rumah tangga.

Meski diakui beresiko menyebarkan virus corona (Covid-19), Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Papua Muhammad Musaad menilai penumpukan masyarakat di berbagai titik pusat perbelanjaan bahkan jalan-jalan, terjadi karena merupakan bagian dari penyesuaian aturan baru.

Ia optimis dalam beberapa hari ke depan masyarakat di Kota Jayapura akan mulai terbiasa dengan penerapan aturan tersebut

“Ya memang ini masih hari pertama pembatasan aktivitas masyarakat pada pukul 14.00 hingga 06.00 Wit (sehingga masih banyak ditemui kekurangan disana-sini)”.

“Tapi keputusan ini harus kita ambil, sebab sejak kasus pertama virus corona di Papua yang ditemukan pada 22 Maret 2020 lalu, kini jumlah warga positif virus corona sudah mencapai 436,” terang Musa’ad di Jayapura, Senin.

Kendati demikian, dia berharap masyarakat lebih peduli dengan kesehatannya sendiri bahkan lingkungan sekitar. Dalam artian, yang menjadi penentu tertular tidaknya seseorang adalah dirinya sendiri.

“Maksudnya ya kalau tidak mau tertular ikuti imbauan pemerintah untuk tetap tinggal di rumah. Kalau ada keperluan mendesak keluar rumah gunakan masker, sering cuci tangan dan tidak berada di keramaian”.

“Kalau semua patuh saya kira penyebaran bisa diputus. Dan pembatasan aktivitas ini kan tujuannya supaya tidak ada keramaian serta kontak fisik antar orang. Dengan begitu virusnya tidak disebarkan lagi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Musa’ad mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian panik. Stok bahan makanan di Papua masih cukup untuk memenuhi kebutuhan selama pembatasan aktivitas. (berti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here