JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) meningkatkan manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Kenaikan manfaat tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Papua, Jayapura, Adventus Edison Souhuwat mengatakan, kenaikan manfaat bagi peserta JKK dan JKM tanpa kenaikan iuran.  “Jadi iurannya tidak naik, tapi manfaatnya naik (meningkat). Bahkan kenaikan manfaat lebih dari 100 persen. Ini untuk peserta formal dan informal (mandiri),” jelas Adventus, Jumat (20/12/2019).

Berikut penjelasan kenaikan manfaat sesuai PP Nomor 82 Tahun 2019 untuk program JKK dan JKM yakni peserta mendapatkan perawatan tanpa batas biaya sesuai kebutuhan. Santunan sementara tidak mampu bekerja selama 12 bulan pertama 100 persen dan seterusnya hingga sembuh 50 persen.

Santunan kematian 48 kali upah bagi peserta meninggal dunia dan 56 kali upah bagi peserta cacat tetap, santunan cacat fungsi atau sebagian mendapatkan menafaat persentase table kali 80 kali upah. Juga beasiswa untuk 2 orang anak bagi peserta yang meninggal atau atau cacat total tetap sebesar Rp174.000.000.

Peserta juga dapat kembali bekerja dan mendapatkan pelayanan perawatan di rumah, serta penyakit akibat kerja sebanyak 89 penyakit sesuai Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2019.

Untuk peserta JKM mendapatkan santunan kematian, santunan berkala 24 bulan, biaya pemakaman dan beasiswa untuk 2 orang anak minimal masa iuran 3 tahun sebesar Rp174 juta Pada PP Nomor 82 Tahun 2019, santunan sekaligus untuk peserta JKM sebesar Rp20 juta, naik 123 persen dari Rp 16,2 juta pada PP Nomor 44 Tahun 2015.

Santunan berkala sebesar Rp12 juta, naik 250 persen dari Rp4,8 juta dan biaya pemakaman naik 333 persen dari Rp3 juta menjadi Rp10 juta. Total santunan yang diterima ahli waris sebesar Rp42 juta atau naik 175 persen dari PP Nomor 44 Tahun 2015. (Ananda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here