JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Setelah 14 Hari, akhirnya diputuskan Masa Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang dan Longsor Sentani, Kabupaten Jayapura secara resmi ditutup, dan Beralih kepada Proses Transisi Pemulihan Pasca Bencana.

Hal ini didasari hasil keputusan rapat bersama antara berbagai pihak yang berkompeten pada jumat malam itu memutuskan, bahwa masa tanggap darurat selama empat belas (14) hari resmi ditutup. Sebab, telah melewati batas waktu ideal yakni, satu minggu plus (ditambah) tiga hari.

Usai masa tanggap darurat ini ditutup. Maka selanjutnya, masuk dalam masa transisi darurat atau pemulihan terhadap sejumlah kondisi yang terjadi pasca musibah banjir bandang dan longsor.

Hal ini diungkapkan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, saat memberikan keterangan persnya di Media Center Posko Induk Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Jayapura, yang berpusat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (29/3/2019) malam.

Menurut Bupati Mathius, sesuai dengan hasil keputusan rapat bersama antara para pihak yang berkompeten, Kamis (28/03) malam lalu itu memutuskan bahwa, masa tanggap darurat selama empat belas hari resmi ditutup, sebab telah melewati batas waktu ideal yakni, satu minggu, plus tiga hari.

Dikatakan, penentuan masa tanggap darurat ke masa transisi tidak dipustuskan secara sepihak olehnya. Tetapi, diputuskan oleh berbagai pihak seeperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas Jayapura, serta para pihak lainnya.

Disinggung mengenai aktivitas di posko-posko pengungsian, Bupati Mathius menerangkan, idelanya aktivitas di posko akan dikurangi. Baik volume aktivitas posko. Tetapi, juga jumlah posko akan di kurangi, dari enam posko bisa turun hingga menjadi 3 posko.

Dijelaskan, pengurangan posko pengungsian tersebut dilakukan oleh pihaknya mengingat jumlah pengungsi mulai berkurang. Selain itu, masa tanggap darurat sudah berakhir.

Dengan demikian, memasuki masa transisi semua boleh berjalan dengan lancar.

“Sedangkan Posko Induk tetap akan ada, hanya intensitas aktivitasnya yang dikurangi. Serta keberadaannya juga bisa dipertimbangkan mengingat posko induk tersebut berada di kawasan perkantoran. Bisa jadi, Posko Induk akan pindah ke GOR Toware atau ke Stadion Bas Youwe (SBY). Tetapi juga bisa pindah ke tempat lain,” ungkapnya.

Ditambahkan, memasuki masa transisi, pihaknya melalui tim dapat melakukan pendataan terhadap rumah-rumah warga yang rusak berat, rusak ringan akibat bencana banjir bandang. Setalah di data, seterusnya dibangunkan hunian-hunias sementara. (redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here