JAYAPURA, Reportasepapua.com – 75 orang penumpang KM Sinabung yang sandar di Pelabuhan Laut Yos Sudarso Jayapura Rabu sore (15/7/2020) terpaksa digiring Tim Satgas Covid 19 Provinsi Papua, karena tak memiliki KTP Papua dan juga tak miliki surat keterangan telah melakukan test PCR.

Hal itu diungkap Juru Bicara Satgas Covid19 Provinsi Papua, dr Silwanus Sumule saat memberikan keterangan pers secara virtual malam ini.
“Hari ini juga tim Satgas covid 19 telah mengambil langkah-langkah tegas terhadap pergerakan orang-orang dari luar provinsi Papua yang menuju kota Jayapura. Sebagaimana surat edaran yang disampaikan oleh bapak wakil gubernur beberapa minggu yang lalu. Dimana di dalam surat edaran tersebut dinyatakan bagi penduduk yang akan masuk ke Provinsi Papua, namun tidak ber KTP Papua wajib melakukan pemeriksaan PCR sebelum masuk ke Provinsi Papua,”terangnya.

Lanjutnya sore tadi tim Satgas bersama dengan Tim Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Laut Yos Sudarso Jayapura bersama semua otoritas yang ada di pelabuhan Kota Jayapura berhasil mengidentifikasi sebanyak 75 warga yang masuk ke kota Jayapura. Namun tidak dapat menunjukkan pemeriksaan PCR.

“Diputuskan bahwa 75 warga tersebut saat ini kami langsung melakukan isolasi atau karantina untuk selanjutnya kami akan melakukan pemeriksaan PCR esok hari,”jelasnya.

Tim Satgas Covid-19 Papua telah mengambil langkah – langkah tegas, langkah-langkah cepat untuk memutus mata rantai penularan ini, khususnya di Bumi Cenderawasih.

Sementara itu untuk penumpang yang tiba di Bandara Sentani Non KTP Papua dan tidak miliki surat PCR sebanyak 6 orang.

“Hari ini ada 3 orang hasil rapid nya reaktif dari tenaga – tenaga kita yang bekerja dari PNG. Namun oleh karena persoalan pekerjaan mereka disana sehingga akan kembali ke Pulau Jawa. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata hasilnya reaktif dan untuk sementara kami lakukan karantina di Diklat Kotaraja dan besok semoga sudah dilakukan pemeriksaan swab,”jelasnya.

Dijelaskannya hari ini ada tambahan 78 orang yang masuk ke Diklat Kotaraja milik Pemprov Papua. “Ini satu – satunya cara kita untuk menemukan kasus sedini mungkin. Jadi kita secara perlahan – lahan sudah mulai mendorong untuk dilakukan pemeriksaan – pemeriksaan dengan swab, sehingga kita bisa mengetahui hasilnya secepatnya,”tukasnya.

Dengan demikian total orang yang ke Papua tanpa surat PCR dan Non KTP Papua ada 83 orang saat ini menjalani isolasi di Diklat Pemprov Papua.

Penambahan Pasien Positif Terus Terjadi

Data Per 15 Juli, Tambahan 53 Kasus Baru Covid di Papua Pertanda Penularan Masih Berlangsung. Satgas Covid19 Provinsi Papua telah menyampaikan perkembangan terkini menyangkut upaya besar dalam penanganan Covid19 di Bumi Cenderawasih.

Berdasarkan data-data yang dikumpulkan pada hari ini Rabu (15/7/2020), hingga Pukul 18:30 Wit ada tambahan 53 kasus baru. Sehingga dengan demikian jumlah kasus covid di Provinsi Papua angka kumulatif berada pada posisi 2406 kasus.

Dimana dirawat sebanyak 51% atau 1216. Kemudian sembuh 48% atau 1164 dan meninggal sebanyak 26 orang atau 1%.Jumlah ODP berjumlah 2927 dan PDP sebanyak 255 pasien. Kemudian hingga hari ini telah dilakukan pemeriksaan PCR dan Tes Cepat Molekuler (TCM) sebanyak 20241 sampel.

“Tambahan kasus kita hari ini berasal dari yang pertama kota Jayapura sebanyak 31 orang, Kabupaten Jayapura sebanyak 11 orang, Kabupaten Mimika sebanyak 7 orang, Kabupaten Biak Numfor sebanyak 3 orang dan kabupaten Nabire sebanyak 1 orang,”papar Juru Bicara Satgas Covid19 Papua saat memberikan keterangan pers secara virtual malam ini.
Sementara untuk PDP bertambah 2 orang berasal dari Kabupaten Mimika dan kota Jayapura.

Sedangkan ODP bertambah sebanyak 86 orang yang berasal dari kabupaten Merauke 5 orang, Kabupaten Jayawijaya 3 orang, Kabupaten Mimika 20 orang, Kabupaten Puncak sebanyak 58 orang. “Puji Tuhan hari ini ada tambahan 9 orang yang dinyatakan sembuh. Dengan demikian jika hari sebelumnya angka kesembuhan kita sebanyak 1155. Hari ini menjadi 1164 yang berasal dari pertama Kabupaten Jayawijaya 1 orang, Kabupaten Mimika 5 orang, Kabupaten Jayapura 2 orang dan kota Jayapura sebanyak 1 orang,”terangnya.

Lebih jauh dijelaskannya dengan tambahan 31 orang di ibukota provinsi Papua yaitu kota Jayapura. “Tambahan ini menunjukkan kepada kita bahwa masih ada dan proses penularan covid 19 ini masih berlangsung,”pungkasnya. (berti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here