KEEROM,REPORTASEPAPUA.COM – Deklarasi Kesepakatan bersama dalam rangka menjaga Papua Tanah Damai yang dipimpin oleh Kapolres Keerom AKBP Muji Windi Harto, S. IK., SH.berlangsung di gedung pramuka kampung Asyaman, (10/9/19)

“Mari jaga dan pertahankan keamanan Kabupaten Keerom dengan mewaspadai adanya provokasi, berita hoax dan hal-hal yang memicu konflik terkait minuman keras,”jelasnya

Deklarasi kesepakatan damai di hadiri oleh Bupati Kabupaten Keerom Muh. Markum, SH, MH, MM., Ketua Pengadilan Negeri Jayapura Khamim Thohari, SH.,M.Hum, Ketua Pengadilan Agama Arso Zuljery Artha, S.Ag, MH, Para Pimpinan dan Perwira TNI-Polri Kabupaten Keerom, Para SKPD, Para Kepala Distrik dan Kepala Kampung Kabupaten Keerom serta Segenap Tokoh Kabupaten Keerom.

Deklarasi Kesepakatan Bersama ini adalah dalam rangka menjaga papua Tanah Damai dalam suasana yang sejuk, aman, tentaram damai dengan penuh kekeluargaan khususnya di Kabupaten Keerom.

“Keerom masih dalam keadaan aman dan damai dan termasuk Kabupaten dari 29 Kabupaten, Kota di Provinsi Papua yang tidak melakukan aksi unjuk rasa menyikapi tindakan rasis yang terjadi di Surabaya dan Jawa Timur,”ucapnya.

dikatakan Aparat Keamanan Polri dan TNI melakukan tugas BKO ke Papua dan Papua Barat adalah untuk mengembalikan situasi kamtibmas yang ada.

“untuk Kabupaten Keerom ada BKO Brimob sebanyak 100 personil dari Kalimantan Selatan,”ujarnya

Bahkan Kedatangan BKO adalah untuk menjaga situasi keamanan sehingga aktifitas masyarakat dapat berjalan lancar bukan untuk memerangi dan menakut – nakuti masyarakat, jadi masyarakat tidak perlu takut dengan kedatangan BKO TNI-Polri ke Papua karena tujuannya adalah untuk memberikan rasa aman.

” biaya penanggulangan konflik jauh lebih besar daripada menjaga kedamaian seperti yang kita lakukan saat ini, mari kita patuhi Maklumat Kapolda Papua yang telah diviralkan melalui medsos maupun spanduk-spanduk serta Himbauan Kamtibmas Kapolres Keerom, untuk menjaga situasi keamanan di Keerom dan Papua pada umumnya,”terangnya

Sementara Bupati Kabupaten Keerom Muh. Markum, SH., MH., MM mengatakan, deklarasi pagi ini, Pemerintah Daerah bersama para Stekholder yang ada telah mengambil langka inisiatif, responsif yang luar biasa cepatnya, sehingga stabilitas di Kabupaten Keerom tetap terjaga.

“saya berharap dengan adanya deklarasi kesepakatan bersama, para pemangku kepentingan dapat memberikan masukan, untuk edaran dan maklumat dari Polri maupun Pemerintah Daerah sudah ditindak lanjuti hingga ke tingkat Kampung,”harapnya. (REDAKSI/ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here