JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia, M Basoeki Hadimuljono Mengaku biaya yang akan dikeluarkan untuk melakukan renovasi bangunan dan gedung pemerintah serta swasta akibat kerusuhan kamis lalu mencapai 100 Milyar.

Hal itu diungkap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia, M Basoeki Hadimuljono menjawab pertanyaan wartawwan saat wartawan bertanya dalam jumpa pers di VVIP Bandara Sentani, di Kabupaten Jayapura. Selasa sore (3/9/2019).

Dalam jumpa pers itu Menteri PUPR didampingi Gubernur Papua Lukas Enembe yang baru tiba dari Jakarta, Kepala BNPB Pusat Letjen TNI Doni Munardo Sekretaris Daerah Provinsi Papua Hery Dosinaen dan beberapa pejabat terkaitnya di lingkup Dinas PUPR Provinsi Papua. Dihadapan media, Menteri PUPR menjelaskan secara detail kunjungan kerja seharinya ke Jayapura.

“Saya laporkan jadi sekali lagi saya dengan perintah Bapak Presiden saya kesini untuk dua hal. Pertama menginventarisasi dan segera memperbaiki fasilitas – fasilitas umum dan kantor – kantor pemerintah yang rusak, itu sudah kami datangin semuanya yang di Jayapura,”jelasnya.

Rombongan Menteri PUPR yang didampingi Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen melakukan kunjungan pertama mulai dari Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) di Kotaraja, Lapas Abepura yang bengkelnya rusak dibakar. Kemudian ke Kantor Bea Cukai, KPU, Grapari Telkomsel. Kemudian ke Kantor Komnas HAM dan juga Kantor Berita Antara yang menurutnya kerusakannya sangat kecil atau tidak terlalu parah.

“Saya sudah perintahkan kepada BUMN yang kerja di Stadion Papua Bangkit Kampung Harapan untuk PON XX tahun 2020 agar mulai minggu depan akan kita segera perbaiki,”tukasnya.

Kemudian dari luar Jayapura, dirinya mengaku sudah mendapatkan laporan bahwa telah terjadi kerusakan di Pasar Tambaruni di Fakfak, Kabupaten Papua Barat. Kemudian Lapas Sorong yang kondisinya lebih parah kerusakannya dari Lapas Abepura, dimana kedua fasilitas milik pemerintah itu akan segera diperbaiki.

“Kedua saya juga sudah melihat kerusakan – kerusakan dari warga, apakah Ruko, Rumah dan tempat jualannya di Entrop. Kemudian di depan Pelabuhan Laut Jayapura, saya sudah lihat semuanya,”akunya.

Setelah melihat sejumlah kerusakan, Basoeki mengaku sudah menelpon Menteri Sekretaris Kabinet yang langsung melaporkan ke Presiden Jokowi. “Presiden langsung menyetujuinya,”ungkapnya.

Bantuan Stimulan

Sedangkan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan diberikan bantuan stimulant kepada warga. Nantinya besok pada hari Rabu (4/9/2019) akan ada sidang kabinet, dimana akan diputuskan besarannya. Pasalnya tingkat kemahalan antara Papua dan di luar Papua berbeda, sehingga nantinya akan diputuskan oleh Presiden Jokowi.
Akan tetapi secara general, menurut Menteri Basoeki. Presiden Jokowi sangat setuju untuk membantu warga yang terkena dampak dari kejadian kemarin.

Ditegaskannya untuk kerugian dirinya mengaku tidak menghitungnya, akan tetapi anggaran untuk membangun kembali perkantoran – perkantoran kira – kira butuh dana tidak lebih dari Rp.100 milyar. “Minggu ini harus semua bersih. Sehingga mulai minggu depan akan kita bangun lagi. Anggaran Rp.100 milyar ini sudah dihitung dengan angka kemahalan yang sudah dihitung oleh pihak Dinas PUPR Provinsi Papua melalui Kepala Balai Cipta Karya,”bebernya.

Nantinya dianggarkan semua dana perbaikan ini akan bersumber dari APBN 2019. “Ada pihak kontraktor yang sedang bekerja, kita amandemen saja disitu karena tidak lebih dari 10 persen kontrak yang mereka kerjakan,”ungkapnya.

Lanjutnya untuk membangun kembali dan bisa kembali seperti sediakala, menurutnya kalau total konstruksinya harus dirubuhkan terutama Kantor Bea Cukai, Kantor KPU karena diminta oleh Gubernur Papua dijadikan dua lantai. Maka akan dibuat dua lantai sekalian. “Untuk Kantor Bea Cukai strukturnya mungkin kena jadi kita akan rubuhkan. Jadi kita akan bangun kantor baru lagi,”terangnya.

Menyoal rencana Gubernur yang hendak memindahkan Kantor MRP di Grapari Telkomsel Jln Koti yang juga sudah hangus terbakar. Menteri Basoeki menegaskan dirinya akan tetap memperbaiki Kantor MRP.
“Kantor MRP di Kotaraja akan tetap saya perbaiki dulu. Nanti kalau sudah selesai, silahkan kalau dipakai untuk fungsi lainnya. Untuk perbaikan Kantor MRP palingan butuh waktu satu hingga dua bulan akan selesai pembangunan,”pungkasnya. (BERTI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here