Wondama, Reportase Papua.com- Setelah setahun mengantongi predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Kabupaten Teluk Wondama kini kembali lagi mengantongi Predikat yang sama itu Yakni WTP yang kedua kalinya dalam hal Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Masih menyandang WTP, Bupati Kabupaten Teluk Wondama mengucap syukur kepada Tuhan dan berterima kasih atas kerja keras seluruh jajarannya dalam meraih WTP.

“LHP oleh BPK terhadap LKPD kabupaten Wondama, puji Tuhan dan terima kasi kepala OPD sampai para bendahara uang maupun bendahara barang yang memperhatikan tanggungjawab masing-masing sehingga kita masih dapat hasil WTP,” ujar Imburi ketika melakukan jumpa pers di ruang meetingnya, Kamis, (2/7)

Kata Imburi mencatat apa yang di ungkapkan pihak BPK terkait sulitnya mempertahankan predikat WTP membuat pemerintah Wondama tidak berkecil hati malah membuat pemerintah Wondama semakin antusias dalam mengelola LKPD dengan sebaik-baiknya sesuai dengan aturan-aturan yang ada.
Lanjut dia, mempertahakan bukanlah hal muda, semuda membalik telapak tangan.

“Tahun lalu untuk pertama kali Wondama dapat WTP, dan biasanya pihak BPK sampaikan peroleh predikat WTP mudah tetapi mempertahankan itu susah. Hal ini tak membuat kami kecil hati, menyandang WTP pun tak membuat kita berbesar hati, kerja sama dan koordinasi yang baik antara sekda dan para kepala OPD serta bendahara barang dan bendahara keungan membawa kita pada WTP berkat kerja keras kita semua,” tutur Imburi.


Banyak Kabupaten di Provinsi Papua barat sudah menyandang WTP berulang kali, dan itu menjadi contoh yang baik untuk kabupaten Wondama tetap Optimis.


Meski menyandang WTP kata Imburi, bukan berarti mendapat nilai 100 jika dipresentasikan. Sebab diakuinya masih banyak kendala tentang penertiban aset daerah di Wondama yang belum terselesaikan dengan baik. Salah satu kendalanya adalah penertiban terbentur dengan hal kekeluargaan.


“Banyak Kabupaten sudah menyandang WTP berulang-ulang. Hal ini bukan berarti 100 persen, misalnya kalau itu nilai WTP tapi belum tentu kami 100 sebab masih ada kekurangan yang kami harus benahi, laporan keuangan baik namun laporan asset masih kurang baik,”.tutur Imburi.


Laporan asset itu kata dia masih terkendala sebab ada asset bergerak dan asset tidak bergerak, penertiban asset-aset inilah yang sulit, duakui Imburi pemda harus lebih tegas namun kesadaran masing-masing pemegang asset daerah itu sangat penting guna kebaikan administrasi LKPD yang baik kedepan.

“Laporan asset yang masih terkendala baik asset bergerak maupun yang tidak bergerak, banyak tanah milik pemda tetapi administrasinya belum tertib termasuk rumah, asset lain juga misalnya Mobil yang sudah di pakai sejak kabupaten ini ada dan itu sudah belasan tahun sebab sejak dari tahun 2005, tetapi administrasinya belum bagus sebab belum ada penghapusan asset daerah. jelas Imburi.


Imburi mengaku pada tahun lalu jajaran pemkab Wondama sudah melakukan penertiban kendaraan dinas yang merupakan asset daerah namun masih terbengkalai terkait perawatan asset daerah itulah sebabnya asset tersebut di berikan kepada pemegang asset masing-masingagar terawatt tetapi telah menjadi catatan di pemda untuk diselesaikan penghapusan asset.


“Beberapa waktu lalu kami tertibkan mobil-mobil, kami taru disuatu tempat juga takutnya jadi besi tua hanya kita catat dan kita kembalikan kepada penjaganya agar dirawat, mobil-mobil yang pernah di taru di depan polres,”kata Imburi.
Sementara untuk rumah dinas masih terbengkalai, kata Imburi sebenarnya mudah saja kalau asset rumah dinas setelah masa jabatan selesesai kemudian di tinggalkan sudah pasti asset tidak akan bermasalah.

“Rumah dinas ini kita tidak bisa tertibkan begitu saja, kalau saja semua orang yang menempati rumah-rumah dinas paham masa dinasnya selesai dan tinggalkan rumah semua kan beres, hal ini mau kita tertipkan tapi ya factor kekeluargaan membuat kita tidak tega menertibkan hal ini sulit, tapi tidak perlu dengan cara tegas atau kasar jika masa jabatan berakhir ya tinggalkan rumah atau kembalikan mobil maka kita aman asset kita aman,”tukas Imburi. (SR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here