Musrembang Distrik Wondiboi Usulkan 42 Program Kerja 

Wondama, Reportase Papua.com – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) tingkat distrik Wondiboi lahirkan 42 usulan program. Distrik Wondiboi terdiri dari 4 kampung yakni, Kaibi, Kabou, Wondiboi dan Isui. Salah satu program yang wajib di diminta untuk dikerjakan pada tahun ini adalah pembangunan talud kali Kabou. Hal ini disampiakn kepala distrik Wondiboi, Alexandra Mambor di aula distrik Wondiboi, pekan lalu.

Alexandra mengatakan, pembangunan kali Kabou harus di kerjakan tahun ini sebab, apabila tidak, kali tersebut sewaktu-waktu dapat meluap ke rumah warga yang bermukim di sekitar kali tersebut.

Oleh sebeb itu Alexandra juga meminta agar program-program pembangunan distrik Wondiboi yang sudah di usulkan pada tahun-tahun sebelumnya dapat di perhatikan dengan baik sebab menurut dia, itu adalah kondisi rill di lapangan yang dihadapi oleh warganya.

“Program-program yang pernah di usulkan  kepada dinas Pekerjaan Umum (PU), agar melihat kali yang sekarang ini hampir meluap ke pemukiman penduduk, kami harap segera di bangun,selain dari 42 usulan program pembangunan di distrik Wondiboi yang sudah kami usulkan”, Ujar Alexandra.

Alexandra juga meminta, Musrembang yang akan datang khusus di Distrik Wondiboi, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hadir sehingga berikan solusi dan tanggapan tentang sebab dan akibat usulan program yang diusulkan secara berjenjang namun tidak terjawab di masing-masing dinas yang diusulkan.

“Selaku kepala distrik, saya minta pada kesempatan Musrembang berikut dapat di hadiri oleh setiap kepala OPD, sehingga keluh kesah tentang usulan program yang disampaikan oleh kepala kampung dapat di jawab oleh setiap OPD yang ada,”tutur Alexandra.

Sementara kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan daerah (BP4D), Drs. Amirudin mengatakan semua program ulusan dari distrik yang disampaikan dapat direalisasikan namum, distrik pula harus memahami kondisi keuangan daerah saat ini sedang menurun akibat wabah corona virus disease (covid-19).

Amirudin membeberkan, pada tahun sebelumnya, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten Teluk Wondama mencapai 1 triliun.  Namun tidak bertahan lama akibat revisi anggaran daerah.

“APBD, kita pernah naik 1 triliun lebih tapi, hanya bertahan sampai dua bulan, saat ini sudah turun kurang lebih 800 miliar dan itupun masih di pangkas lagi, kondisi ini tidak seperti dulu lagi, saya selaku kepala OPD, ingin program usulan itu dapat direalisasikan, namun kondisi ekonomi di tengah pandemic covid-19 harus kita prioritaskan sehingga APBD kita kembali normal,”ucap Amirudin.(SR/Jr).

 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,718FansSuka
2,740PengikutMengikuti
17,500PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles