Naikan Harga Rapis Test, Polisi Tangkap 4 Orang di Bandara Sentani

JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Satgas Saber Pungli Provinsi Papua menangkap 4 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pelayanan rapid test di kantor perwakilan  Kabupaten Jayawijaya daerah di kawasan bandara Sentani, Rabu (21/10).

Dalam operasi tersebut empat orang petugas diamankan bersama barang bukti, kemudian dibawa ke Mapolda untuk dilakukan klarifikasi dan pemeriksaan. Sedangkan petugas lainnya tetap melakukan aktifitas pelayanan kepada masyarakat penumpang.

Adapun empat petugas yang diamankan dalam operasi tangkap tangan, yang dipimpin oleh Ketua Pelaksana Kombes Pol Alfred Papare,  diketahui berinisial HP (46) seorang dokter ,Y (35) seorang petugas medis , ERS (29), dan RL (33) sebagi tenaga administrasi.

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan  yakni, uang tunai senilai Rp.15,9 juta, buku Registrasi Pendaftar, kwitansi, hasil rapid Tes Untuk hari Rabu tanggal 21 Oktober 2020, buku absen petugas.

Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw kepada wartawan di Mapolda Papua, mengatakan penangkapan oleh tim Satgas Saber Pungli Provinsi Papua, menyusul adanya pengaduan dari masyarakat tentang tarif Rapid Test yang terlalu tinggi di Kantor Perwakilan Kabupaten Jayawijaya, serta menggunakan system satu pintu.

“Keluhan masyarakat khususnya penumpang dengan tujuan Kabupaten Jayawijaya juga menjadi dasar pertimbangan Satgas untuk melakukan OTT karena dianggap memberatkan masyarakat karena besaran tarif tersebut padahal pelayanan Rapid Tes Bandara Sentani hanya sebesar Rp.130,” kata Kapolda.

Waterpauw menuturkan,  berdasarkan surat edaran Menteri Kesehatan RI tentang pemeriksaan Rapid Tes Antibodi, dimana dalam Surat Edaran tersebut menyebutkan Rp. 150.000,- (Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah) sebagai tarif tertinggi dan berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan Rapid Tes Antibodi atas permintaan sendiri bukan dipaksa,namun praktek yang dilakukan oleh para petugas yakni memungut tarif sebesar Rp.250.000,- per orang.

Menurutnya, keluhan masyarakat khususnya penumpang dengan tujuan Kabupaten Jayawijaya juga menjadi dasar pertimbangan Satgas untuk melakukan OTT karena dianggap memberatkan masyarakat karena besaran tarif tersebut padahal pelayanan Rapid Tes Bandara Sentani hanya sebesar Rp. 130.000,- (Seratus Tiga Puluh Ribu Rupiah).

“Saat ini eempat petugas telah dipulangkan ke rumah masing-masing setelah dilakukan klarifikasi pada hari Rabu tanggal 21 Oktober 2020 pukul 18.30 WIT oleh penyidik. Namun kasus OTT tetap proses hukum,” Tutup Kapolda.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,041FansSuka
2,873PengikutMengikuti
18,100PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles