Oknum Guru Pelaku Penghinaan Dinonaktifkan

0
243

SENTANI, Reportasepapua.com – Pihak Yayasan Santo Antonius Padua Sentani mengklaim guru pengajar berinisial MU (32) di SMP/SMA Santo Antonius Padua Sentani, tidak pernah mengeluarkan kata-kata berbau rasisme saat lakukan teguran kepada siswanya, hingga berujung demo siswa kepada pihak sekolah.

Hal tersebut disampaikan, Ketua Yayasan Santo Antonius Padua Sentani, Carlos Matuan, S.St. Pi,MM., Saat Press conference terkait penghinaan dan berujung Aksi demo yang dilakukan murid – murid SMP/SMA Santo Antonius Padua di ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura. Selasa, (10/3/2020)

Carlos Matuan mengatakan, apa yang dilakukan oleh oknum guru dimaksud murni bukan tindakan rasis tidak seperti informasi yang beredar luas di media sosial ulah oknum yang tidak bertanggung jawab dalam menyebarkan berita.

Katanya, menindaklanjuti demo murid ke pihak sekolah pada hari sabtu (7/3) pekan lalu terkait ucapan dugaan penghinaan yang dilakukan salah seorang oknum guru tersebut, pihaknya telah mengadakan pertemuan internal dihadiri pengurus yayasan, para guru, para siswa dan orang tua siswa, hasil dari pertemuan itu telah menghadirkan sejumlah putusan salah-satunya oknum guru yayasan tersebut terpaksa harus diberhentikan.

“Dalam pertemuan telah diputuskan beberapa hal , pernyataan guru bukan pernyataan rasis, dan guru bersangkutan akhirnya dinonaktifkan, termasuk menyepakati bahwa proses hukum yang sedang dilakukan proses penyidikan oleh pihak kepolisian terus dilanjutkan sesuai dengan mekanisme yang ada,”imbuhnya

Senada dengan Carlos, Kapolres Jayapura AKBP Dr. Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si., menuturkan, menyikapi persoalan di sekolah Antonius pihak Kepolisian telah mengambil sejumlah langkah dengan intens bangun komunikasi dengan pihak sekolah juga kepada pihak yayasan walaupun ada kejadian karena faktor sebab akibat.

“Dihimbau proses belajar mengajar harus tetap jalan, termasuk hak-hak para guru pengajar untuk tetap diperhatikan Soal perbuatan secara hukum pihak kepolisian tetap akan melakukan proses penyidikan dan penyelidikan,”paparnya.

Kapolres menjelaskan, dari hasil pemeriksaan awal telah diperoleh sejumlah keterangan dari saksi-saksi, dan pihaknya tidak menemukan informasi soal adanya sebutan berbau rasisme seperti kabar yang tersiar diluar melalui media sosial.

“Infomasi kalau ada rasis itu karena ulah kelompok-kelompok yang menyebutkan hal itu rasis, yang benar adalah merupakan Penghinaan tapi masih dalam proses pembuktian juga,”jelasnya

Jelas Kapolres, apa yang terjadi masih berkaitan soal isu-isu rasis yang terus masih digulirkan oleh kelompok tertentu dengan terus menggorengnya melalui media sosial supaya tercipta isu rasis.

“Jadi kelompok itulah yang sebenarnya menciptakan adanya isu rasis, bukan oknum guru dan lain-lain jadi kelompok ini yang berupaya menggiring, jadi kami menghimbau hukum berlaku buat siapa pun,”tegasnya

“Ada undang-undang ITE bisa menjerat para pelaku yang menggunakan media sosial untuk menyebarkan berita Hoax, jadi kalau bisa kita belajar jadi manusia dewasa dengan tidak melakukan segala tindakan provokatif,”Pungkas Vicktor.

Untu diketahui, pada Press conference Dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Ted Mokay, Ketua Yayasan Santo Antonius Padua Sentani Carlos Matuan, Kapolres Jayapura AKBP Dr. Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si dan Danramil Sentani Mayor Inf. Jhon F. Dahar menyikapi serius terkait kasus penghinaan yang diduga dilakukan oknum guru berinisial MU (32) di ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, yang akhirnya mengambil keputusan dan tindakan tegas menonaktifkan oknum guru tersebut dari kegiatan mengajarnya di SMP/SMA Santo Antonius Padua Sentani.(yurie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here