JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Hasil pemantauan BPS Provinsi Papua selama Oktober 2019 menunjukkan bahwa di Kota Jayapura terjadi deflasi sebesar 0,35 persen. Kondisi tersebut sama dengan bulan sebelumnya dimana bulan sebelumnya mengalami deflasi sebesar 1,26 persen.

Diantara faktor pemicu terjadinya deflasi adalah penurunan harga dengan besaran andil masing-masing yaitu: cabai rawit sebesar -0,255 persen, tarif angkutan udara sebesar -0,233 persen, bawang merah sebesar -0,067 persen, bawang putih sebesar -0,057 persen, tomat sayur sebesar -0,026 persen, cabai merah sebesar -0,021 persen, tomat buah sebesar -0,014 persen, daging ayam ras sebesar -0,013 persen, daging sapi sebesar -0,013 persen, kubis sebesar -0,012 persen dan beberapa komoditas lainnya.

Secara umum deflasi tersebut didominasi oleh pengaruh penurunan harga pada transportasi, komunikasi dan jasa keuangan yang memberikan andil sebesar -0,23 persen serta kelompok bahan makanan sebesar -0,17 persen terhadap total deflasi di Kota Jayapura.

Kepala Bidang Statistik Distribusi, Bambang Wahyu Ponco Aji menyampaikan, di Merauke selama Oktober 2019 terjadi deflasi sebesar 0,13 persen. Kondisi tersebut sama dengan kondisi bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,99 persen.

Diantara faktor pemicu terjadinya deflasi adalah penurunan harga dengan besaran andil masing-masing yaitu: cabai rawit sebesar -0,206 persen, telur ayam ras sebesar -0,121 persen, kacang panjang sebesar -0,091 persen, bawang merah sebesar -0,086 persen, beras sebesar -0,073 persen, cabai merah sebesar -0,064 persen, daging ayam kampung sebesar -0,064 persen, bayam sebesar -0,042 persen, bawang putih sebesar -0,029 persen, kubis sebesar -0,008 persen dan beberapa komoditas lainnya.

“Secara umum deflasi tersebut didominasi oleh pengaruh penurunan harga pada kelompok bahan makanan dengan andil mencapai -0,23 persen terhadap total deflasi di Merauke”. Kata Bambang di Kantor BPS Jayapura.

Di katakan lebih lanjut, di Kota Jayapura perkembangan inflasi tahun berjalan Oktober 2019 mencapai -0,91 persen. Pencapaian ini lebih rendah dan terkendali dibandingkan Oktober 2018 yang sebesar 3,83 persen.

“Selain itu inflasi year on year (yoy) Oktober 2019 sebesar 1,83 persen dan relatif lebih rendah dibandingkan yoy Oktober 2018 yang sebesar 6,10 persen” jelasnya.

Adapun di Merauke inflasi tahun berjalan Oktober 2019 mencapai -2,67 persen. Pencapaian berbanding terbalik dibandingkan Oktober 2018 yang sebesar 2,19 persen. Sedangkan inflasi year on year (yoy) Oktober 2019 sebesar 0,40 persen dan relatif lebih rendah dibandingkan yoy Oktober 2018 yang sebesar 3,46 persen. (Ananda/Berti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here