JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM-  Kepolisian Daerah Papua membantah kabar kematian angggota Brimob di Kabupaten Intan Jaya akibat ditembak, seperti yang diklaim Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).  

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal kepada wartawan di Mapolda Papua, Senin (6/1) menegaskan pernyataan yang disampaikan admin TPNPBNews melalui siaran pers yang beredar di medsos itu tidak benar atau hoaks.

Menurut Kamal, informasi itu bagian dari upaya propaganda OPM yang sengaja disebar di media sosial (medsos) untuk mencari perhatian dunia internasional. Dia pun menyebut penyebaran informasi hoaks bertujuan agar publik mempercayai TPNPB-OPM masih eksis di Papua.

Kamal pun tak membantah jika foto barang-barang berupa identitas serta peralatan milik anggota Brimob yang disebar oleh TPNPB di media sosial benar keberadaannya. “Foto barang-barang itu memang benar milik anggota, tetapi amunisi bukan, karena tidak ada amunisi dalam tas milik anggota yang terjatuh,” terangnya.

Dia menyatakan anggota pemilik barang-barang tengah berdinas di Timika dan dalam keadaan sehat. “Barang tersebut terjatuh ketika anggota hendak melewati jurang untuk melakukan pengejaran terhadap KKB di Kabupaten Intan Jaya, Desember 2019 lalu.” katanya.

Kamal pun menganalisa lokasi dan situasi foto orang dengan posisi telungkup (korban) serta dikelililingi anggota KKB, berbeda dengan foto barang-barang berupa identitas seorang anggota Brimob yang dikabarkan tersebut.

Polda Papua akan menelusuri identitas jenazah yang terkapar dan diklaim pihak TPNPB sebagai anggota Brimob. Kamal pun belum mengetahui apakah jenazah itu merupakan anggota atau warga sipil yang direkayasa oleh kelompok tersebut.

“Foto yang terdapat orang yang sedang telungkup (korban) tersebut terlihat dibelakangnya nampak di tengah hutan gersang. Sedangkan pada foto identitas anggota terlihat berada di padang rumput hijau. Ini bukti bahwa foto kontroversial dengan pernyataan TPNPB,” ujarnya.

Kamal memastikan situasi keamanan di Intan Jaya dan Papua kondusif. Polda Papua pun telah menarik pasukan seperti permintaan beberapa tokoh masyarakat di Intan Jaya untuk tidak melakukan aktivitas dalam menghormati Natal dan Tahun Baru. 

Polda Papua tengah menyelidiki penyebar informasi hoaks tersebut. “Sekarang lagi lidik, nantikan dipanggil siapa-siapa yang melakukan penyebaran informasi tidak benar, kan tidak serta merta,” tuturnya. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here