Optimalkan Sektor Pariwisata, Masyarakat Butuh Pendamping

0
70

JAYAPURA, Reportasepapua.com – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga mengatakan perlu adanya pendampingan kepada masyarakat untuk meningkatkan sector pariwisata di Provinsi Papua.

Untuk meningkatkan sector tersebut, dia juga mengatakan bahwa perlu dibentuk desa wisata berbasis community atau based tourism yang menyediakan atraksi budaya, suvenir kerajinan tangan dan kuliner/snack oleh – oleh.

Dengan adanya itu, menurutnya  masyarakat Papua akan semakin sejahtera dan lebih berperan dalam mendorong pembuatan paket wisata oleh komunitas pariwisata/tour and travel yang mengintegrasikan spot wisata Papua sehingga length of stay wisatawan akan meningkat.

“Pembuatan spot wisata instagrammable untuk meningkatkan daya tarik wisata alam yang sudah ada, sehingga pembentukan sekolah vokasi bidang pariwisata untuk menyiapkan SDM yng unggul di bidang pariwisata” kata Naek Tigor Sinaga dalam materi BI diacara Coffe Morning Kantor Perwakilan BI Papua, Rabu (12/02).

Selain itu lanjut Tigor Sinaga,  juga meningkatkan peran UMKM dalam mendukung pariwisata

Pendampingan UMKM komoditas unggulan (kopi, coklat, sagu) dan kerajinan tangan (batik dan noken) untuk menjadi oleh – oleh khas Papua.

Untuk itu kata dia,  pendampingan harus dilakukan dari hulu ke hilir untuk memperbaiki manajemen usaha dan meningkatkan kualitas produk UMKM. Hilirisasi dilakukan untuk mendorong UMKM pembuatan galeri oleh – oleh khas Papua.

“Jadi untuk meningkatkan akses pasar produk UMKM Papua, perlu dibuat galeri oleh – oleh khas Papua yang menunjukkan proses produksinya. Selain menjual produk, galeri tersebut juga menjual pengalaman dan budaya sehingga akan lebih menarik bagi wisatawan,” tandasnya.

Hanya saja kata Tigor Sinaga,  harus kerjasama dengan perhotelan untuk menjadi outlet/galeri UMKM khas Papua.

Sebab ungkap Tigor Sonaga,  Hotel sebagai akomodasi utama bagi wisatawan menjadi spot yang strategis untuk memasarkan produk UMKM.

“Jadi Perlu ada Perda yang mewajibkan hotel untuk menyediakan space untuk memasarkan produk UMKM,” ujarnya.

Selain itu,  menaikkan skala ekonomi UMKM Papua melalui pemanfaatan teknologi digital.

Menurutnya,  peningkatan literasi digital UMKM melalui pelatihan UMKM Papua Go Digital. Dimana pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan UMKM dalam menggunakan teknologi digital untuk mengembangkan usahanya, sehingga makin dapat berkontribusi pada perekonomian Papua.

“Materi yang diberikan yaitu pencatatan tranasaksi keuangan berbasis aplikasi, pemasaran produk secara online, penggunaan instrumen pembayaran digital, teknik fotografi hingga pembiayaan bagi UMKM,” paparnya. 

Sedangkan pembentukan Jayapura Creative Space (PACE) yaitu co-working space dan creative center di KPwBI Provinsi Papua yang mewadahi UMKM untuk dapat meningkatkan kompetensi, kapabilitas dan pengetahuan tentang pemanfaatan teknologi digital untuk peningkatan usahanya melalui diskusi dan konsultasi dengan Bank Indonesia maupun narasumber ahli di bidangnya.

“PACE tersebut memiliki program pendampingan (kelas) secara rutin, yang disebut digital academy, dengan kurikulum yang disusun untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi digital,” terangnya.

Tigor Sinaga menambahkan, program tersebut merupakan kegiatan pendampingan dan pelatihan UMKM dalam grup kecil dan dibagi menjadi beberapa batch sesuai  bidang usahanya, untuk dapat memanfaatkan teknologi digital secara lebih mendalam.

“Melalui rangkaian pelatihan ini, diharapkan UMKM di Papua dapat memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan usahanya secara lebih optimal,” pungkasnya. (tiara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here