Otonomi Khusus di Mata Pemuda Papua

JAYAPURA, REPORTASEPAPUA.COM – Gerakan pemuda transformasi Papua, curahkan pemikiran dalam rangka peringatan 1 Tahun Otonomi Khusus (Otsus) Papua dengan mengambil thema “Otsus Papua Dimata Pemuda”.

Sehingga untuk refleksi kritisi cita-cita awal, realitas kini dan obsesi pemuda terhadap Otsus Papua ke depan, maka Pemuda Papua menggelar diskusi pada 18 tahun Otsus Papua di salah satu cafe di Abepura, Kamis (21/11/19).

Inisiator diskusi, Benyamin Gurik mengatakan, diskusi ini lahir karena sudah 18 Otsus diimplementasikan di Papua. Sesuai ketentuan UU Otsus, pada 2021 penerimaan Otsus akan berakhir.

Bahkan kata Benyamin Gurik, pasca gejolak Papua kemarin kita orang Papua sedang dibingungkan oleh berbagai wacana akhir-akhir ini, yang sungguh menghilangkan perhatian pada masalah mendasar yang harusnya digumuli oleh orang Papua.

“Jadi kami melihat anak-anak muda dengan kemajuan teknologi juga cara berpikir dan bertindaknya banyak dipengaruhi oleh opini di media. Menurut kami, itu bukan masalah yang seharusnya digumuli bersama,” kata Benyamin Gurik kepada Wartawan usai diskusi.

Apalagi lanjut Benyamin Gurik, dua tahun lagi penerimaan dana Otsus akan berakhir, mestinya berpikir Papua ke depan karena apapun yang dilakukan Pemprov Papua dan Pempus nantinya kita generasi mendatang yang menghadapinya. Generasi muda Papua yang akan menerima berbagai akibat keputusan-keputusan itu, pasca-Otsus.

“Hari ini bagian dari upaya kami mengkonsolidasi kesepahaman berpikir generasi muda dengan melibatkan beberapa senior kami yang ada dalam sistem. Kami minta hadir memberikan pengalaman mereka ketika ada dalam sistem apa yang merea hadapi karena kami tahu keputusan penting akan masa depan kami anak-anak muda sebentar akan dibuat,” ujarnya.

Diungkapkan, jika beberapa waktu lalu kementerian keuangan membuat strategi bagaimana pengelolaan dana Otsus. Menteri keuangan bergerak sendiri dan Mendagri akan memekarkan berbagai wilayah. Berbagai wacana ini dibangun pemerintah diluar daripada orang Papua. Sementara anak muda ingin ada satu kesepahaman berpikir.

“Kami sepakat forum ini akan kami buka lebih luas dengan melibatkan orang di luar kita. Kita akan coba rumuskan beberapa waktu dan kita juga berencana menghubungi pihak-pihak sebagai pelaku dalam hal ini gubernur, DPRP, MRP untuk membuka ruang. Hadir dalam forum-forum yang akan kami buka untuk memberikan apa yang sedang mereka persiapkan,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga ingin mengetahui apakah para pihak ini seirama dengan apa yang dilakukan pemerintah pusat, atau mereka malas tahu atau bahkan6 tidak tahu apa-apa, karena pada 18 Otsus mestinya ada semacam evaluasi atau refleksi. Namun karena tidak ada pemuda membuat diskusi jangan sampai digiring oleh opini yang menyesatkan kita tentang apa yang seharusnya dipersiapakan menghadapi ketika penerimaan dana Otsus berakhir.

“Kita harus minta kepastian kepada pemerintah pusat apakah Papua benar-benar diberikan UU Otsus atau UU setengah Otsus. Ini yang menjadi catatan penting kita,” tandasnya.

Sementara itu, anggota 14 kursi DPRP, Yonas Alfons Nusy yang juga hadir dalam diskusi itu mengatakan, ini pergerakan baru pemuda Papua ketika 18 tahun Otsus di Papua dengan Tema Transpormasi Pemuda bagaimana pemuda melihat Otsus ini.

“Ini kenyataan yang tidak bisa kita mengelak, Pempus, Pemprov dan Pemkab ketika mengelak maka generasi muda akan terus mengejar kita menuntut haknya karena mereka pewaris negeri ini. Ini harus dipertanggungjawabkan oleh kita,” tandas Nusy.

Oleh karena itu lanjut Nusy, pada HUT Otsus ini, pemuda membuat diskusi menghimpun pokok-pokok pikiran dari berbagai elemen yang ada. Ini sebuah proteksi kebijakan negara yang pemuda merasa penting untuk menyampaikan pikirannya kepada negara lewat diskusi. Ini kewajiban negara yang harus dilaksanakan.

“Kami tetap mendorong mereka agar menjadi diskusi. Yang besar dan pokok-pokok pikiran ini bisa sampai kepada presiden melalui kementerian terkait,” pungkasnya. (Tiara)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,041FansSuka
2,813PengikutMengikuti
17,800PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles