JAYAWIJAYA, reportasepapua.com – Sebanyak 26 narapidana di Lapas Klas II B Wamena kabur. 

Hal ini terjadi di Kabupaten Jayawijaya, dimana 26 Napi berhasil melarikan diri dengan memanjat pagar, Selasa tadi sekitar pukul 16.21 WIT. 

Kapolres Jayawijaya, AKBP Tonny Ananda yang dikonfirmasi membenarkan adanya 26 narapidana di Lapas Klas II B Wamena melarikan diri. Kini sebanyak 5 orang diantaranya berhasil ditangkap. 

“Ada 5 orang yang berhasil kami tangkap hingga saat ini. Kini kami masih melalukan pengejaran terhadap 21 orang lainnya,” ungkap Ananda saat dikonfirmasi. 

Kapolres mengatakan kronologis kejadian bermula saat seluruh kamar di Lapas dalam keadaan terkunci, selain Kamar No 3 yang melaksanakan istirahat. 

“Lalu seluruh narapidana di kamar No 3 kedapatan oleh petugas hendak kabur.  Kemudian petugas dilempari batu oleh para narapidana,” katanya. 

Disisi lain, lanjut Ananda, narapidana lainnya berlari menuju pos 3 untuk menjebol pagar kawat. Bahkan salah seorang dari mereka berhasil mendapatkan tangga dari dalam Lapas. 

“Jadi para napi melarikan diri. Saat napi melarikan diri, petugas lapas bernama Perianus Bane Lakby yang berada di dalam Pos 3 kemudian loncat keluar pagar (diduga mengalami patah  tulang pada lengan tangan kiri bawah dan pinggul),” ungkapnya. 

Lantaran para narapidana telah berhasil melarikan diri, kata Ananda, pihaknya mendapat laporan dan kemudian langsung menuju lokasi kejadian untuk melalukan pengejaran narapidana. 

“Sebanyak 5 orang berhasil kami tangkap, Ada tiga orang terpaksa dilumpuhkan dengan tima panas lantaran mencoba melawan saat hendak ditangkap,” bebernya. 

Adapun para narapidana yang berhasil ditangkap yakni, Wekiron ditangkap dan dilumpuhkan dengan timah panas dibagian betis kanan, Yosafat W mendapat luka tembak dibagian betis kanan, kiri dan paha kiri, Anis Hesegem mendapat luka tembak di betis kiri. 

“Sedangkan 2 orang narapidana lainnya yakni Lori dan Eliana Matuan. Kini mereka telah diserahkan ke Lapas. Untuk yang mendapat luka tembak masih menjalani perawatan medis,” tutupnya. 

Peristiwa kaburnya Narapidana dan Tahanan di Lapas Wamena ini kerap Kali terjadi, dimana Selain menjebol Pintu, Kerap Kali Napi juga memanfaatkan Kelengahan Petugas yang jumlahnya tidak efektif.(redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here