Pantau Persiapan PON, Komisi II DPR Papua Serap Aspirasi Masyarakat Kampung Yahim dan Yakonde

0

JAYAPURA, Reportasepapua.com – Untuk melihat secara langsung bagaimana persiapan-persiapan untuk menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) ke- XX tahun 2020 yang ada di Kabupaten Jayapura, belum lama ini pimpinan dan sejumlah anggota Komisi II DPR Papua yang membidangi Perekonomian melakukan Hearing Dialog bersama masyarakat kampung Yahim dan Yakonde, Kota Sentani Kabupaten Jayapura.dan sekaligus mendengar langsung keluhan para nelayan yang ada di dua kampung tersebut.

Hearing dialog itu dipimpin langsung Ketua Komisi II DPR Papua, Mega M. F.Nikijuluw, SH didampingi Sekretaris Komisi II DPR Papua, Danton Giban, S.Pd, M, Si dan anggota komisi diantaranya, Mustakim HR, SE, SH, Orgenes Kaway,S.Th, H. Darwis Massi, SE, Petrus Pigai, Hosea Genongga, Sitti Susanti dan Ance Wanggae, SE serta Staf Ahli Komisi II DPR Papua, Sariyati Bei, SH.M.Si.

“Dalam rangka itu, kami Komisi II turun untuk melihat dari dekat, apa-apa saja yang sudah dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupetan Jayapura dalam pelaksanaan PON tahun 2020 di Bumi Cenderawasih ini,” kata Ketua Komisi II DPR Papua, Mega M.F Nikijuluw, SH kepada wartawan, akhir pekan kemarin.

Apalagi kata Mega, Kabupaten Jayapura ini sebagai tuan rumah dari penyelenggaraan PON ke XX tahun 2020. Untuk itu, sebagai rumpun ekonomi pihaknya bertemu langsung dengan para nelayan di desa Yahim dan desa Yakonde yang ada di Kabupaten Jayapura.

“Di Yahim ini, masyarakat keterbatasan lahan, makanya mereka minta untuk dibangunkan pasar agar mereka agar dapat memasarkan ikannya, tapi tidak di dekat danau sehingga tidak mencemari danau itu. Mereka juga minta agar ada Koperasi yang dapat menampung hasil ikan dari kerambah-kerambah yang dimiliki masyarkat. Masyrakat punya ikan sangat melimpah tapi mereka bingung mau dijual kemana, sementara pasar yang di janjikan oleh pemerintah setempat tapi sampai hari ini tidak pernah direalisasi. Sehingga ikan itu kadang-kadang hanya dibuang begitu saja. Ini yang menjadi keluhan mayarakat khususnya nelayan yang ada di Yahim,” ungkap Mega.

Menurut Politisi PDI Perjuangan ini, persiapan PON masih tinggal beberapa bulan lagi. Untuk itu pihaknya meminta dinas terkait segera menyiapkan tempat bagi para nelayan , agar mereka juga bisa pelihara ikan dengan baik. Apalagi mereka sudah menyiapkan ikan tawar sebagai Pangan untuk menyambut PON.

“Jadi mereka ingin agar ada tempat untuk mendistribukan ikan-ikan itu ke tempat penampungan, sehingga mereka juga dapat menampung ikan yang ada di tambak-tambak yang ada di Yahim,” ujar Mega.

Selain itu, kata Mega, masyarakat Yahim juga meminta pelatihan untuk menanam tanaman Hydroponik.

Sementara untuk di desa Yakonde, lanjut Mega Nikijuluw, para nelayan ikan tawar yang ada di Yakonde ini minta dari dinas terkait dapat menyediakan waring atau jaring untuk mereka.

“Waring ini sejenis jaring yang ditancapkan di dalam danau supaya ikan-ikan itu cepat besar, sebab kalau kerambah yang biasa itu pertumbuhan ikannya lama besar. Jadi mereka berharap pada kami Komisi II yang punya mitra dengan dinas Perikanan agar dapat memberikan bantuan waring, sehingga meraka dapat mempersiapkan pangan ikan untuk PON 2020 nanti,” jelasnya.

Selain itu ungkap Mega, mereka juga minta supaya Komisi II memberikan masukan kepada dinas Perikanan, kalau bisa ada bantuan kerambah apung. Agar ketika banjir datang atau air danau meluap, jaring apung ini dia hanya mengikuti air lain dengan jaring tancap atau jaring kerambah yang biasa.

“Itulah beberapa permintaan dari dua kelompok tani yang ada di desa Yakonde yakni Kelompok Arwae 1 dan Arwae 2. Mereka minta agar Komisi II dapat menyampaikan itu kepada mitra kami yang dalam hal ini dinas Perikanan dan Kelautan,” terangnya.

“Itu yang kami dapatkan dari lapangan, ternyata memang masyarakat punya animo dan semangat yang besar untuk ikut sukseskan PON,” sambungnya.

Mega Nikijuluw menambahkan, kalau masyarakat Yakonde, mereka juga minta ada satu bangunan pasar yang di bangun di Yakonde supaya mereka dapat memasarkan ikan yang mereka punya yang ada di kerambah-kerambah, karena selama ini dari desa-desa mana pun datang tujuannya ke Yakonde untuk menjual ikan.

“Di Yakonde, kami sampaikan juga kepada mereka bahwa masukan ini kami Komisi II akan sampaikan kepada dinas terkait. Terkait ikannya kita memang Perekonomian punya, tapi kalau masalah wadahnya itu kita punya lintas komisi yang nanti akan buat,” tuturnya.

Legislator Papua ini menambahkan, jika di desa Yahim, belum ada MCK sebagai salah satu sarana fasilitas umum yang digunakan bersama oleh beberapa keluarga untuk keperluan mandi, mencuci dan buang air.

“Jadi masyarakat Yahim juga berharap, ini juga merupakan masukan kepada kita agar Komisi II DPR Papua dapat membangun MCK. Tapi disitu kami pun jelaskan bahwa hal ini kami juga akan sampaikan dalam lintas komisi, karena MCK itu tupoksinya adalah Komisi IV, sebab terkait pembangunan itu ada di komisi ini. Sehingga terkait itu kami akan sampaikan pada lintas komisi kami, sehingga ada perhatian dari dinas-dinas terkait,” pungkasnya. (tiara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here