Para Tokoh Gereja Se – Nduga Kutuk Perbuatan KKB Egianus Kogoya

0
456
Ketua Kordinator Gereja Kemah Injil di Tanah Papua yang juga merupakan Tokoh agama Kabupaten Nduga, Distrik Mbua, Pdt. Nataniel Tabuni, mengutuk keras tindakan KKB yang mengakibatkan karywan PT. Istaka Karya menjadi korban keji KKB, Jumat/7/12/2018. ( foto :ist)

NDUGA,REPORTASEPAPUA.COM – Ketua Kordinator Gereja Kemah Injil di Tanah Papua yang juga merupakan Tokoh agama Kabupaten Nduga, Distrik Mbua, Pdt. Nataniel Tabuni, mengutuk keras tindakan KKB yang mengakibatkan karywan PT. Istaka Karya menjadi korban keji KKB, Jumat/7/12/2018.

Di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Pdt, Nataiel Tabuni, saat diwawancarai mengatakan, mewakili 13 klasis, 78 gereja, 32 Distrik dan 238 Kampung di kabupaten Nduga, mengutuk keras aksi KKB dan meminta kepada pemerinta agar para pelaku ditangkap dan dihukum sesuai dengan perbuatan mereka.

“Mereka KKB, adalah Anak-anak ciptaan TUHAN yang tidak bertanggung jawab. Kami tidak mau dan menolak keberadaan mereka di tanah Papua,” ungkap Pdt. Nataniel Tabuni.

Ia Menambahkan Sebagai seorang Gembala Gereja dirinya bertanggung jawab untuk menjaga semua orang papua maupun non papua yang datang ke kabupaten Nduga untuk membangun.

Pdt. Nataniel Tabuni juga menambahkan, Ia terus berdoa  agar TUHAN dapat menyelamatkan para korban dari Aksi KKB dan terjadi  Mujizat Tuhan, untuk  dapat melindungi para korban dan aksi keji anak-anak ciptaaan TUHAN yang tidak bertanggung jawab alias kelompok KKB.

“Atas Nama Yesus kami mengutuk tindakan keji KKB ini. Kami telah menikmati pembangunan melaluui otonomi Khusus dan kami juga telah banyak menikmati uang berlimpah-limpah dari hasil Otonomi khusus. Tapi mengapa KKB ini terus melakukan kejahatan seperti begini,” tutur Pdt. Nataniel.

“Pada Kitab, suci sepuluh hukum TUHAN, keluaran pasal 20 ayat 3 sampai dengan ayatnya yang ke 17 mengatakan bahwa, jangan membunuh, jangan mencuri, akan tetapi KKB ini sedang melakukan kejahatan itu dan Hukuman TUHAN telah datang kepada mereka”, tutup Pdt. Nataniel Tabuni.(redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here